UNTUK INDONESIA
Dirut RS Bantaeng Minta Warga Tak Takut Berobat
Direktur RS Bantaeng meminta warga agar jangan takut berobat ke Rumah Sakit. Ini alasan warga takut berobat ke RS Makkatutu Bantaeng.
Direktur RSUD Prof Dr H.M Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Sultan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Bantaeng - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr Sultan meminta warga agar tidak takut berobat dan memeriksakan diri di Rumah Sakit (RS).

Sebagaimana dikabarkan beberapa waktu lalu, puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) rumah sakit terpapar Covid-19. Hal tersebut diketahui berdampak pada kondisi warga yang menjadi anti terhadap layanan RS.

Masyarakat tak perlu takut, karena jarak ruang isolasi di RSUD lama cukup jauh dari RSUD Bantaeng.

Ia mengatakan bahwa saat ini 28 perawat di RSUD Bantaeng, Sulawesi Selatan yang sempat melakukan wisata Covid di Makassar kini hampir semuanya sudah sembuh.

"Kini masih ada dua yang dirawat di Makassar. Insya Allah semoga sebentar sudah bisa pulang perawat di RSUD Bantaeng," kata Sultan saat diwawancarai Tagar, Senin, 20 Juli 2020.

Dia juga meminta agar masyarakat Bantaeng yang hendak berobat di RSUD Bantaeng, tak usah merasa takut dengan kondisi sejumlah tenaga kesehatan yang belakangan ini terkonfirmasi positif.
Selain itu, dia juga menyebut bahwa tempat isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi di RSUD Bantaeng berada di lokasi rumah sakit lama.

"Kita di RSUD ada ruang isolasi, karena takutnya kalau di rumah masing-masing mau isolasi mandiri rawan. Jadi mereka yang tidak ke Makassar makanya kita isolasi di RSUD lama. Masyarakat tak perlu takut, karena jarak ruang isolasi di RSUD lama cukup jauh dari RSUD Bantaeng," kata Sultan.

maupun . Sehingga, dipastikan keamanan ihwal penyebaran virus ini masih mampu ditekan.Sultan membeberkan pula bahwa pegawai di RSUD Bantaeng selalu melakukan pemeriksaan screening, baik rapid test maupun swab. Sehingga, dipastikan keamanan ihwal penyebaran virus ini masih mampu ditekan.

"Termasuk pegawai di ruang isolasi yang ada di RSUD lama, tidak ada kontak dengan pegawai yang ada di RSUD baru. Intinya bahwa kita harus yakinkan, petugas medis kita bebas dari virus Corona," kata Sultan.

Dia juga menyinggung soal perkembangan Covid-19 di Bantaeng. Menurutnya, tren Covid saat ini sudah menurun.

"Puncak kenaikan Corona itu sejak penyebaran satu kemudian bertambah satu, lalu, bertambah 11 kemudian satu dan kemudian bertambah 39. 39 ini menjadi puncak penyebaran Corona, setelah itu terjadi penurunan angka sembuh yang cukup signifikan," kata Sultan.

Dia pun menjelaskan bahwa saat ini ada pedoman revisi kelima mengenai penanganan covid-19. Pada pedoman itu, masa karantina hanya 10 hari dengan sekali swab. Jika pasien bergejala, maka akan ditambah selama 3 hari.

"Perubahan kebijakan ini membuat sebagian orang bertanya, apakah tidak apa-apa pasien tersebut kembali ke masyarakat padahal masih ada kemungkinan hasil PCR masih positif?. Itu, PCR Positif tidak sama dengan masih ada penularan. SARS-CoV-2 atau virus penyebab Covid-19 terbukti masih dapat terdeteksi positif RNA-nya pada pemeriksaan PCR, namun sudah tidak mampu menulari orang lain," ujar Sultan.

Dijelaskan bahwa mayoritas pasien Covid-19 hanya dapat menulari orang lain hingga sampai sampai sembilan hari setelah gejala muncul. []

Berita terkait
Kerja Ekstra Guru di Bantaeng saat Pandemi
Guru-guru di Kabupaten Bantaeng melakukan kerja ekstra untuk mengajar. Ini penyebabnya
Sempat Hilang, Nelayan Bulukumba Ditemukan di Bantaeng
Nelayan asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ditemukan di perairan sekitar pesisir Kabupaten Bantaeng. Begini kondisinya.
13 Nakes Bantaeng Sembuh, Puskesmas Kembali Dibuka
Sebanyak 13 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bantaeng kini dinyatakan sembuh.
0
Transaksi Hotel dan Restoran di Padang Merosot Rp 174 Miliar
Selama pandemi Covid-19, transaksi hotel dan restoran di Kota Padang merosot hingga Rp 174 miliar.