UNTUK INDONESIA
Diremehkan, Belmadi Justru Bawa Aljazair Juara
Keberhasilan Aljazair menjadi juara Piala Afrika 2019 tidak terlepas dari polesan pelatih Djamel Belmadi yang sempat diragukan.
Keberhasilan Aljazair menjadi juara Piala Afrika 2019 tidak terlepas dari polesan pelatih Djamel Belmadi. Aljazair tampil sebagai juara setelah mengalahkan Senegal 1-0 di Stadion International, Kairo, Sabtu 20 Juli 2019 dini hari WIB. (Foto: dailymail.co.uk)

Jakarta - Pelatih Djamel Belmadi sempat diremehkan saat ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Aljazair pada Agustus 2018. Apalagi, dia sesumbar membawa Aljazair menjadi juara Piala Afrika 2019. Namun eks pemain Manchester City ini mampu memenuhi janji sehingga seluruh rakyat Aljazair berpesta menyambut keberhasilan The Desert Foxes menjadi juara Piala Afrika. 

Aljazair tampil sebagai juara Piala Afrika untuk kali kedua setelah menaklukkan Senegal 1-0 di Stadion International, Kairo, Sabtu 20 Juli 2019 dini hari WIB. Mereka pertama kali menjadi juara pada edisi 1990 saat turnamen itu digelar di negara sendiri. Aljazair sendiri diperkuat sang legenda Rabah Madjer. 

Keberhasilan Aljazair diraih lewat gol cepat Baghdad Bounedjah saat pertandingan baru berjalan dua menit. Setelah gol itu, Aljazair memilih bertahan selama 88 menit pertandingan untuk mempertahankan keunggulan. 

Kami harus berterima kasih kepada Belmadi. Apalagi, situasinya agak rumit sebelum dia tiba

Kiper Rais M'Bolhi yang tampil cemerlang dengan melakukan beberapa penyelamatan menuturkan bila sukses Aljazair tidak terlepas dari kinerja Belmadi. Meski sempat diragukan dan mendapat banyak kritik saat menggantikan Madjer, namun Belmadi tetap bergeming. Dirinya pun memberi bukti dengan membawa Aljazair menjadi yang terbaik di pentas sepak bola Afrika.  

"Luar biasa. Kemenangan ini untuk negara kami," kata M'Bolhi dalam wawancara dengan beIN Sports. "Kami harus berterima kasih kepada Belmadi. Apalagi, situasinya agak rumit sebelum dia tiba," ujarnya menambahkan.

Ya, Aljazair menghadapi situasi rumit karena pencapaian timnas yang buruk. Bahkan Madjer yang menangani timnas hanya bertahan tujuh bulan sebelum diberhentikan. Saat digantikan Belmadi, banyak yang menilai Aljazair tetap tak memiliki harapan karena pelatih anyar itu tak memiliki catatan prestasi yang istimewa. 

Namun Belmadi secara pelahan mampu memperbaiki perfoma tim. Bahkan mereka mampu lolos ke putaran final Piala Afrika di Mesir

Meski meraih sukses hanya dalam waktu satu tahun, namun Belmadi tetap merendah. Menurut dia pemain yang berperan membawa Aljazair meraih trofi. 

"Staf kepelatihan juga berperan karena mereka memberi arahan kepada pemain. Sedangkan pemain bisa menerapkan instruksi dengan baik," ujar Belmadi yang merasakan suka cita dengan keberhasilan  itu. "Tanpa para pemain saya bukan apa-apa. Mereka yang menjadi pemeran utama," kata Belmadi.

"Staf kepelatihan juga berperan karena mereka memberi arahan kepada pemain. Sedangkan pemain bisa menerapkan instruksi dengan baik," ujar Belmadi yang merasakan suka cita dengan keberhasilan  itu. 

"Seluruh rakyat Aljazair telah lama menanti meraih trofi. Ini untuk kali pertama kami menjadi juara Piala Afrika di luar kandang. Sungguh capaian yang luar biasa jika Anda mengetahui situasi kami sebelum ini," kata dia. 

Belmadi merupakan pelatih lokal ke-12 yang berhasil membawa negaranya sendiri menjuarai Piala Afrika. Pelatih lokal yang terakhir kali membawa tim juara adalah Stephen Keshi. Dirinya mengantarkan Nigeria berjaya di Afrika Selatan pada 2013. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Arief Poyuono: Modal Saya Tenaga Cuma Angkat Karung
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan beberapa alasan mengapa dia tidak terpilih menjadi juru bicara khusus partai.