UNTUK INDONESIA
Di Jawa Timur, Ditemukan Hewan Kurban Mengalami Luka
Jelang Idul Adha, Pemko Surabaya melakukan pemeriksaan di sejumlah titik tempat penjualan hewan kurban.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Meita Ireno saat melakukan pemeriksaan hewan kurban. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Jelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP2) Surabaya melakukan pemeriksaan di sejumlah titik tempat penjualan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan DKP2 Surabaya, Meita Ireno mengatakan saat pemeriksaan, pihaknya menemukan hewan kurban yang mengalami luka pada bagian tubuh dan iritasi mata.

"Hanya luka-luka di perjalanan. Kemudian iritasi mata, karena kena angin. Sejauh ini penyakit yang diderita hewan kurban hanya yang ringan-ringan saja dan itu normal," ungkapnya, Rabu 7 Agustus 2019.

Meski demikian, kata Meita, kondisi hewan kurban tersebut masih dalam keadaan sehat dan sangat layak untuk dijual.

Kalau dari luar Pulau Jawa kami selama ini intens melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban

"Untuk penyakit hewan seperti antraks kami belum temukan. Dari tahun-tahun kemarin kalau asal hewan berasal dari Jawa Timur, saya rasa aman," tegas dia.

Meita memberikan imbauan kepada warga tentang ciri-ciri hewan kurban yang sehat, di antaranya memeriksa bulu-bulunya bersih, tidak kusam, sinar matanya juga cerah dan tidak ada kotoran, baik itu di mata, hidung atau anus.

"Kalau dilihat secara kasat mata ciri-ciri hewan yang sehat itu hewan itu gerakannya lincah, kalau lemas atau tidur itu berarti bisa sakit," ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2018, di 31 kecamatan Surabaya terdapat 360 lokasi penjualan hewan kurban. Dengan jumlah sapi 2.070 ekor, sedangkan kambing dan domba 5158 ekor.

Meita mengungkapkan, hewan kurban yang dijual di Surabaya rata-rata berasal dari sejumlah kota di wilayah Jatim, seperti Probolinggo, Tuban, Jember, Malang, Lamongan, dan Gresik.

"Ada juga dari NTT dan NTB. Kalau dari luar Pulau Jawa kami selama ini intens melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban," pungkas dia.[]

Baca juga

Berita terkait
0
Begini Reaksi Warga Tapanuli Utara Hadapi Kabut Asap
Lebih jauh dampak buruk lainnya yang harus diwaspadai adalah gangguan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) bagi manusia.