UNTUK INDONESIA
Lima Fakta Penting Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha
Setidaknya ada 5 hal perlu diperhatikan oleh pemotong hewan kurban, atau bagi siapa saja yang terlibat pemotongan hewan kurban.
Salah satu hewan kurban, sapi. (Foto: Pixabay/1195798)

Sleman - Setidaknya ada lima fakta penting yang perlu diketahui oleh pemotong hewan kurban saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha, atau bagi siapa saja yang terlibat dalam pemotongan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman Harjanto memberi imbauan mengenai lima fakta penting tersebut. Yang pertama, sebaiknya hewan kurban, khususnya sapi, tidak diberi makan selama 24 jam sebelum penyembelihan.

"Sebaiknya sapi yang akan disembelih dipuasakan selama 24 jam, agar isi rumen tidak penuh atau kotorannya sedikit," kata Harjanto, Selasa, 16 Juli 2019.

Menurutnya, tidak ada masalah jika sapi tidak diberi makan selama 24 jam bahkan dua hari, asalkan tetap diberi minum. Bobot daging sapi tidak akan berkurang.

Sebaiknya sapi yang akan disembelih dipuasakan selama 24 jam, agar isi rumen tidak penuh atau kotorannya sedikit.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah tentang pembuangan isi jerohan. Sedangkan yang ketiga, mengenai imbauan jangan membuang darah di parit atau sungai. Jika lokasi pemotongan hewan kurban tersebut merupakan lokasi pemotongan rutin, ada baiknya jika panitia setempat membuat lubang permanen yang bisa dibuka kembali. 

"Kemudian, jangan buang darah ke sungai atau parit, cukup ditimbun. Kalau pelaksanaan kurban rutin, lobangnya bisa dibuat permanen dengan kedalaman tiga lapis. Jadi ketika hari raya berikutnya, isi rumen itu bisa diambil jadi pupuk organik, dan lobangnya bisa digunakan kembali," ujarnya.

Imbauan keempat adalah, membersihkan hewan kurban dengan menggunakan campuran air kapur, dan bukan di sungai. Caranya, rendam jerohan yang sudah dibersihkan dengan air kapur selama 1 sampai 1,5 jam, lalu dicuci dengan air bersih

"Hasilnya akan jauh lebih bersih karena gamping bersifat basa dan melarutkan lemak. Membersihkannya juga jadi lebih mudah," tutur Harjanto.

Kelima, Alas daging hewan kurban di lokasi pemotongan sebaiknya menggunakan bahan yang betul-betul kedap air dan higienis, misalnya plastik yang tidak berwarna.

"Kemudian, sebaiknya pembungkus daging kurban menggunakan plastik transparan atau putih. Jangan pakai plastik hitam recycling itu," katanya. []

Berita terkait
0
Ikut Kemah, Pelajar Pematangsiantar Tewas di Danau Toba
Putri Sinambela, 16 tahun, seorang pelajar asal Kota Pematangsiantar ditemukan tewas di perairan Danau Toba.