UNTUK INDONESIA
Di Indramayu 61 Tenaga Medis Dikarantina
Sebanyak 61 tenaga medis dari RSUD Indramayu itu dikarantina di salah satu hotel di Kabupaten Indramayu
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara. (Foto: Tagar/Istimewa).

Indramayu - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa, 28 April 2020, kembali mengumumkan dua warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil swab test yang diterima dari Labkesda Provinsi Jawa Barat pada Senin, 27 April 2020. Dua orang tersebut yakni satu perempuan berusia 60 dan satu pria berusia 35. Keduanya berasal dari dua kecamatan berbeda di Kabupaten Indramayu.

Pasien berjenis kelamin perempuan meninggal dunia pada 20 April 2020 jam 05.30 WIB, setelah sempat menjalani dirawat selama beberapa hari di RSUD Pantura MA Sentot Patrol, Indramayu. Sementara pasien pria merupakan seorang perawat di UGD RSUD Indramayu. Dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Indramayu dan kondisi membaik.

Dengan adanya kasus tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu mengambil kebijakan untuk mengasramakan para tenaga medis dan paramedis RSUD Indramayu.

Sebanyak 61 tenaga medis dari RSUD Indramayu itu dikarantina di salah satu hotel di Kabupaten Indramayu. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu akan menanggung segala kebutuhan makan dan minum serta biaya karantina mereka. "Untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi mereka kita tempatkan di Hotel Wiwi Perkasa. Selama di sini kita jamin juga keperluan makan dan minumnya," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Selasa, 28 April 2020.

Deden menambahkan, terkait perkembangan kondisi pasien pria dari Kecamatan Indramayu yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19, kondisinya saat ini dalam keadaan baik tapi untuk kepulangannya menunggu hasil konfirmasi lanjutan dari Labkesda Jawa Barat yang telah dikirimkan pada tanggal 17 April 2020 lalu.

Dari beberapa kasus tersebut, masyarakat agar bisa belajar dan harus mewaspadai adanya 'carrier' yaitu orang yang tanpa gejala tapi sudah membawa virus tapi karena kekebalan tubuhnya baik, maka virus itu belum atau tidak muncul padahal orang tersebut biasa saja padahal berpotensi menularkannya sangat tinggi.

Untuk itu dimohon kepada masyarakat yang saudaranya ada di daerah lain seperti Jakarta, Bandung, atau lainnya yang sudah masuk daerah transmisi lokal untuk tidak pulang. "Bertemu keluarga itu penting, tapi yang terpenting saat ini tidak pulang karena jangan sampai saudara kita yang mudik itu membawa virus dan menjadi sumber penularan bagi keluarganya di kampung," tutur Deden.

Pada kesempatan itu juga Deden menegaskan agar masyarakat Indramayu tetap disiplin dengan rajin cuci tangan, jangan kemana-mana, tetap jaga jarak, dan harus gunakan masker. []

Berita terkait
Satu Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Sembuh
Meskipun telah diperbolehkan pulang pasien berinisial DP harus tetap melakukan isolasi mandiri.
Kondisi Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Membaik
Berdasarkan pengakuan keluarganya orang tersebut pulang dari Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau
Meninggal Setelah Temu Anak dan Menantu di Indramayu
Hsil tracing dan tracking didapatkan bahwa pasien kontak dengan anak dan menantunya yang pulang dari Jakarta
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.