UNTUK INDONESIA

Di Balik Video Call Tantang Duel Berujung 1 Tewas di Bantul

Di balik kasus video call tantang duel di Bantul yang menewaskan satu orang, ternyata pelaku pernah tersandung kasus hukum sebanyak empat kali.
Pelaku adu duel berinisial AC, 29 tahun, di Bantul yang menewaskan satu orang saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polsek Sewon, Bantul, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Bantul - Pelaku penganiayaan berat yang menewaskan satu orang di Bantul, Yogyakarta ditangkap Polsek Sewon. Pelaku berhasil diamankan 30 menit setelah insiden adu duel yang bermula saling tantang lewat video call tersebut. Korban tewas berinisial CW, 39 tahun, warga Boyolali, Jawa Tengah.

Pelaku berinisial AC, 39 tahun, ditangkap di rumahnya Dusun Semail RT 06, Desa Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupten Bantul pada pukul 20.00 WIB. Lokasi insiden yang menggegerkan tidak jauh dari rumah pelaku, karena hanya beda RT, tepatnya Dusun Semail RT 06 yakni rumah teman korban.

Baca Juga:

Kapolsek Sewon, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suyanto mengatakan korban berhasil diamankan di rumahnya. Saat polisi tiba, pelaku AC, 29 tahun berada di kamarnya sedang membereskan pakaiannya. “Pelaku kami amankan di rumahnya dan sedang membereskan pakainnya, seperti hendak melarikan diri,” katanya saat jumpa pers di Polsek Sewon, Jumat, 15 Januari 2021.

Setelah berhasil diamankan pelaku beserta barang bukti berupa senjata tajam jenis parang dibawa ke Polsek Sewon. Pelaku yang memiliki tato di kedua tanggannya ini mengaku senjata tajam untuk membunuh CW tersebut adalah miliknya. Parang disimpan di kamarnya.

Pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksinya, selain itu pelaku juga diketahui tempramental.

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku saat melakukan aksinya dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Pelaku yang tersinggung atas perkataan korban langsung naik pitam.

Polisi menduga, korban mungkin niatnya hanya bercanda. Namun salah orang, karena sosok pelaku ini temperamental. "Pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksinya, selain itu pelaku juga diketahui tempramental,” jelas AKP Suyanto.

Baca Juga:

Inisiden penganiyaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang ini merupakan kasus keempat yang menjerat pelaku. Sebelumnya pelaku sudah pernah tersandung terkait kasus pengeroyokan dan senjata tajam.

Dari kejadian tersebut, pelaku AC mengakui kesalahannya. AC juga saat ini sudah sadar diri dengan menyesali perbuatannya. “Saat ini saya sudah sadar diri, dan menyesal atas perbuatan yang saya lakukan,” katanya. []

Berita terkait
Polres Bantul Jelang Subuh Gagalkan Perkelahian Massal
Polres Bantul menjelang subuh menggagalkan perkelahian massal antarwarga di Lapangan Wijirejo, Kapanewon/Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Janjian Tawuran Massal Jelang Subuh ala Pelajar Yogyakarta
Puluhan pelajar SMA di Sedayu, Bantul, Yogyakarta batal tawuran usai ketahuan polisi. Mereka kocar-kocir. Sebagian ditangkap di Minggir Sleman.
Perkelahian Massal di Sleman, 5 Orang Babak Belur
Perkelahian massal terjadi di Lapangan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Lima orang babak belur. Polisi masih menyelidiki kasusnya.
0
Anggota Tim WHO Positif Virus Corona Tertahan di Singapura
Dua anggota tim WHO untuk investigasi asal-usul virus corona di Wuhan, China, tertahan di Singapura karena positif virus corona