UNTUK INDONESIA
Dekat Makam Ulama Kerajaan Aceh Dibangun Toilet
Peusaba mengecam terkait penghancuran kawasan situs Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726).
Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh, Senin 18 November 2019. (Foto: Tagar/Istimewa)

Banda Aceh - Ketua Peubeudoh Adat dan Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman mengecam terkait penghancuran kawasan situs Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726).

Situs yang berada di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh itu merupakan bagian dari Sultan Aceh Darussalam dan juga Keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Dalam bulan Maulid yang mulia ini kita melihat penghancuran kawasan sejarah Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail terus terjadi tanpa henti, sedangkan pemerintah Banda Aceh memilih berdiam diri dan tidak peduli,” kata Mawardi dalam keterangan pada Tagar, Selasa 19 November 2019.

Ia menjelaskan, kurang pedulinya Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap situs itu dapat dibuktikan dengan kondisi jalan menuju makam dipenuhi tempat penjualan yang tidak tertib. Selain itu, pembangunan hotel di samping makam juga terus berlanjut.

Makam Acehmakam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh, Senin 18 November 2019. (Foto: Tagar/ Dok Peusaba)

Pemerintah Banda Aceh memilih berdiam diri dan tidak peduli.

“Peusaba mengingatkan bahwa orang yang sengaja menghancurkan dan menutup makam aulia cucu Nabi Muhammad SAW akan tertimpa bala bencana dunia dan akhirat, apalagi Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail juga seorang raja yang salih dan alim yang disebut Raja Aulia dalam hikayat Aceh zaman dulu,” ujar Mawardi.

Saat ini, kata Mawardi, di samping makam telah didirikan toilet dan di depannya sudah didirikan hotel. Toilet itu mengarah ke arah makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail.

Karena itu, Peusaba mengingatkan hal tak terpuji tersebut akan membawa malapetaka dan bala bencana. Bahkan, bencana dikhawatirkan bukan hanya untuk yang merusak situs saja, tetapi juga orang yang tahu terkait pembangunan itu namun memilih berdiam diri.

Pembangunan Sekitar MakamPembangunan dilakukan dekat Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh, Senin 18 November 2019. (Foto: Tagar/Dok Peusaba)

“Peusaba juga mengaku heran kenapa hotel didirikan di samping makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dan juga ke dalam dan tertutup serta tidak dapat diakses,” kata dia.

Peusaba meminta Pemerintah Banda Aceh jangan berdiam diri terkait permasalahan itu. Hal tersebut dinilai penting agar kehancuran situs Islam sebelumnya tak terulang lagi.

Makam AcehPrasasti makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh, Senin 18 November 2019. (Foto: Tagar/Dok Peusaba)

“Sudah cukup kehancuran situs Islam yang terjadi mari lindungi situs Kesultanan Aceh Darussalam, ingat sejarah Aceh jangan sampai kita bernasib sama dengan granada Andalusia dan Rohingya yang pada masa lalu Kerajaan Besar Islam besar dunia namun lenyap tanpa bekas. Mari Jaga Sejarah Aceh dan peradaban Melayu,” katanya. []

Baca juga:

Berita terkait
Menag Diminta Dukung Penguatan Syariat Islam di Aceh
Pemerintah Aceh mengharapkan Menteri Agama Fachrul Razi ikut mendukung setiap upaya penerapan syariat Islam di Aceh.
Dana Otsus Aceh Triliun, Tapi Termiskin di Sumatera
Pengalokasian Dana Otonomi Khusus (Otsus) dinilai belum mampu memberikan kemandirian ekonomi Aceh.
Sensasi Nikah di Tengah Banjir Aceh
Bencana banjir tak menyurutkan niat sepasang kekasih di Kabupaten Aceh Barat, Aceh untuk melangsungkan resepsi pernikahan.
0
Menteri PPPA Minta Emak-emak Melek Teknologi
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi program Pemkot Surabaya yang memberdayakan perempuan menjadi pengusaha.