UNTUK INDONESIA
Debat Donald Trump vs Biden Debat Terburuk Sepanjang Sejarah
Debat kandidat calon presiden AS antara Presiden Trump vs Joe Biden disebut sejumlah pakar sebagai debat terburuk dalam sejarah politik Amerika
Presiden AS Donald Trump dan penantang dari Partai Demokrat, mantan Wapres Joe Biden, dalam acara debat di Cleveland, Selasa, 29 September 2020, malam waktu setempat (Foto: voaindonesia.com/Thomson Reuters).

Washington DC - Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, dan penantang dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, kembali berkampanye pada hari Rabu, 30 September 2020. Ini sehari setelah saling bantah dengan ejekan dan hinaan dalam debat yang dideskripsikan sejumlah pakar pemilu sebagai debat terburuk yang pernah ada dalam sejarah modern politik Amerika.

Trump menuju ke Minnesota, medan tempur negara bagian barat tengah AS dimana dia kalah tipis tahun 2016. Namun, Trump berharap dapat kembali merebut kemenangan atas lawannya, Joe Biden. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan presiden AS itu tertinggal di negara-negara bagian seluruh negeri, lima minggu sebelum pemilihan 3 November 2020.

Trump menghadiri suatu acara penggalangan dana kampanye di sebuah rumah pribadi dekat Minneapolis, kota terbesar di negara bagian Minnesota, dan menuju Duluth, pelabuhan pengiriman Great Lakes, wilayah paling barat AS, untuk sebuah reli bersama para pendukungnya.

Biden mulai perjalanan kampanye dengan kereta cepat yang melalui beberapa bagian wilayah Pennsylvania dan Ohio, dua negara bagian medan pertempuran politik yang dimenangkan Trump empat tahun lalu melawan calon dari Demokrat, Hillary Clinton. Akan tetapi jajak-jajak pendapat itu menunjukkan Biden telah mengungguli Trump.

Biden secara khusus berupaya merebut kembali kelompok pekerja berkerah biru di dua negara bagian yang secara historis memilih Demokrat namun beralih kepada Trump pada tahun 2016.

Setelah saling menjatuhkan dalam debat di Cleveland, Ohio, Selasa, 29 September 2020, dan menyatakan lawan masing-masing tidak layak untuk memimpin negara selama empat tahun ke depan, kedua kandidat itu melanjutkan saling serang melalui cuitan di Twitter pada hari Rabu, 30 September 2020.

Trump mengklaim, "Tidak ada yang menginginkan Sleepy Joe sebagai pemimpin, termasuk sayap kiri Demokrat (ia kalah tadi malam!)."

Biden memberi penilaian atas debat tersebut, dengan menyatakan, "Anda dengar banyak yang keluar dari mulut Presiden Trump. Bisakah Anda sebutkan satu hal yang ia katakan itu yang benar-benar dapat membuat hidup Anda lebih baik?”

Dalam sebuah video, kampanye Biden menyerang Trump yang selama debat menolak untuk mengecam supremasi kulit putih. “Tidak ada cara lain untuk mengatakannya: presiden Amerika Serikat menolak untuk mengecam supremasi kulit putih di panggung debat tadi malam,” kata kampanye Biden.

Sejumlah analis politik menyesalkan saling kecam itu dan fakta bahwa Trump dan Biden sering menyela satu sama lain dan bicara pada saat bersamaan satu sama lain, dimana Trump adalah penyela utamanya (voaindonesia.com/mg/jm). []

Berita terkait
Penuh Caci Maki, Debat Perdana Trump VS Biden Sepi Penonton
Acara debat Calon Presiden AS Donald Trump menghadapi penantangnya Joe Biden dilaporkan sepi penonton dibandingkan Pemilu 2016 silam.
0
Dapat Stimulus Pemerintah, Garuda Akan Turunkan Harga Tiket
Garuda Indonesia akan menyesuaikan harga tiket pesawat seiring kebijakan stimulus subsidi penerbangan tarif Jasa Penumpang Pesawat Udara.