Dear Pemula, Ini Dia Perbedaan Antara HMETD dan Non-HMETD dalam Investasi Saham

Tujuannya adalah untuk menambah modal kerja, mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.
Ilustrasi HMETD dan Non-HMETD (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Investasi saham untuk tujuan tertentu memanglah menjanjikan. Keuntungan yang didapatkan dari investasi jenis ini cukup besar jika kamu memahami dengan jelas cara dan teknik menganalisis suatu saham.

Selain mengetahui teknik menganalisis suatu saham, kamu juga harus mengetahui istilah-istilah yang terdapat pada saham. Seperti antara perbedaan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau right issue dengan Non-HMETD (penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau yang lebih dikenal dengan private placement.

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau yang lebih dikenal dengan istilah right issue merupakan upaya perusahaan memerlukan sejumlah modal segar dengan membuka peluang kepada semua investor.

Dengan kata lain, perusahaan yang melakukan right issue akan menerbitkan saham baru. Tujuannya adalah untuk menambah modal kerja, mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.

Bila dalam right issue, emiten terlebih dahulu memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk menyerap saham baru yang diterbitkan. Apabila hak ini tidak digunakan investor lama, maka bisa diambil oleh investor baru atau biasa disebut sebagai standby buyer.

Konsekuensi lainnya dari adanya hal ini, apabila investor lama tidak membeli saham baru yang diberikan lewat right issue, maka porsi persentase saham investor lama akan berkurang atau terdilusi.

Sedangkan private placement hanya diberikan kepada investor-investor baru yang belum memiliki saham perusahaan tersebut, bukan investor existing. Biasanya, aksi private placement dilakukan ketika terdapat investor tertentu yang ingin menjadi pemegang saham mayoritas. Skema ini akan membutuhkan modal di atas 5% atau lebih besar dari penerbitan saham baru dari modal yang telah disetor dan ditempatkan.

Kedua skema ini sebenarnya saling menguntungkan bagi perusahaan atau emiten. Hal ini karena kedua aksi tersebut tentunya memberikan modal atau dana segar bagi perseroan. Hasil dana tersebut dapat digunakan untuk mendanai ekspansi maupun membayar kewajiban.

Namun di balik sifat menguntungkan kedua skema tersebut, terdapat pula efek samping yang sama. Terkadang karena sentimen psikologis, harga saham-saham emiten yang melakukan right issue atau private placement mengalami penurunan.

Itulah tadi perbedaan antara right issue atau HMETD dengan private placement atau Non-HMETD. Perbedaan antara keduanya memang tipis, namun tetap jika kamu ingin membeli saham, haruslah mempelajari kedua hal tersebut dengan benar.[]


(Rafi Fairuz)

Baca Juga:

Berita terkait
Penasaran? Yuk Intip Portfolio Saham Lo Kheng Hong
Berbagai torehan dan keuntungan yang besarpun seringkali Lo Kheng Hong raih dalam dunia investasi saham.
Intip 5 Saham Pegangan Lo Kheng Hong Dalam Berinvestasi
Lo Kheng Hong juga tercatat memegang beberapa saham yang menjadi andalannya sebagai berikut.
Ingin Cuan? Contoh Tips Investasi Saham ala Lo Kheng Hong
Dalam dunia investasi kesabaran dan fokus adalah kunci yang utama. Kamu harus sabar dan fokus dalam memantau harga saham serta perkembangannya.
0
Dear Pemula, Ini Dia Perbedaan Antara HMETD dan Non-HMETD dalam Investasi Saham
Tujuannya adalah untuk menambah modal kerja, mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.