UNTUK INDONESIA
Dana PBB untuk Negara Rentan Lawan Virus Corona
PBB mengeluarkan dana darurat 15 juta dolar AS untuk membantu negara-negara yang rentan melawan virus corona atau COVID-19
Seorang wanita mengenakan pakaian tradisional Korea Selatan \\'hanbok\\' pakai topeng di salju di Istana Gyeongbok, istana kerajaan utama selama Dinasti Joseon di Seoul, Korea Selatan, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Ahn Young-joon/indexjournal.com).

Jakarta – Pusat Dana Darurat PBB mengeluarkan dana 15 juta dolar AS atau setara dengan Rp 215 miliar untuk membantu mendanai upaya global menahan penyebaran virus corona (COVID-19) terutama negara-negara yang rentan dengan sistem perawatan kesehatan yang lemah.

Dalam pernyataannya, Mark Lowcock, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, mengatakan pihaknya belum melihat bukti bahwa virus tsb. menyebar dengan besar sehingga masih ada peluang untuk mencegah penyebarannya.

Dalam keterangan pada hari Minggu, 1 Maret 2020, PBB mengumumkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak PBB (UNICEF) akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan kegiatan-kegiatan penting, seperti memantau penyebaran virus, menyelidiki kasus-kasus, dan mengoperasikan laboratorium nasional.

Masih ada peluang untuk membendung virus. Di bagian lain Lowcock mengatakan bahwa belum terlambat untuk membendung laju penyebaran virus corona. Namun, “Diperlukan tindakan cepat dan kuat harus diambil untuk mendeteksi kasus lebih awal," ujar Lowcock. Misalnya, untuk mengisolasi dan merawat pasien, dan melacak kontak. “Kita harus bertindak sekarang untuk menghentikan virus ini dari menempatkan lebih banyak nyawa dalam bahaya,” kata Lowcock.

Jutaan nyawa bisa diselamatkan. Hibah darurat akan mendukung negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh untuk meningkatkan upaya deteksi dan respons mereka. Dengan respons ini, menurut Lowcock, ada potensi untuk menyelamatkan kehidupan jutaan orang yang rentan tertular virus corona di negara-negara dengan sistem kesehatan yang rapuh.

Potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah adalah salah satu perhatian utama WHO. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanon Ghebreyesus, mengatakan dalam sebuah Tweet bahwa mereka akan membantu negara-negara yang rentan untuk melindungi pekerja garis depan dan merawat pasien dengan tepat. WHO membutuhkan dana 675 juta dolar AS untuk mendanai ‘perang’ melawan virus corona.

UNICEF akan menggunakan dana yang diterimanya untuk mendukung upaya global badan tersebut untuk memberi tahu anak-anak, wanita hamil dan keluarga tentang cara melindungi diri mereka sendiri dari risiko tertular virus corona. Pejabat UNICEF, Henrietta Fore, mengatakan pada hari Minggu, 1 Maret 2020, "Pada saat yang sangat penting ini setiap upaya harus dilakukan untuk mendorong pencegahan wabah ini (virus corona-red.)."

sebaran corona 2 mar 20Sebaran virus corona secara global per 2 Maret 2020. (Sumber: WHO)

Lima negara baru melaporkan kasus. Lima negara baru (Azerbaijan, Ekuador, Irlandia, Monako, dan Qatar) telah melaporkan kasus COVID-19, WHO melaporkan dalam laporan situasi pada Minggu, 1 Maret 2020, jumlah total negara yang melaporkan kasus infeksi virus corona 58. Jumlah kasus global 87.137 dengan 2.977 kematian. Jumlah terbesar di China dengan 79.968 yang dikonfirmasi dengan 2.873 kematian.

Di luar China kasus terbanyak dilaporkan dari Korea Selatan yaitu 3.736 dengan 18 kematian, disusul Italia 1.128 kasus dengan 29 kematian. Lalu 593 kasus dengan 43 kematian. Kemudian Jepang 239 kasus dengan 5 kematian, disusul Singapura 102 kasus dengan 0 kematian. Ada pula Prancis 100 kasus dengan 2 kematian.

Sedangkan Indonesia sejauh ini disebutkan oleh Menkes Terawan Agus Putranto masih negatif kasus infeksi virus corona. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia sudah siap menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19. Kesiapan Indonesia disebut sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO (Sumber: news.un.org). []

Berita terkait
Perlu Dana 675 Juta Dolar AS Tangani Virus Corona
Badan Kesehatan Sedunia PBB (WHO) membutuhkan dana 675 juta dolar AS untuk kesiapsiagaan dan tanggapan terhadap wabah global virus corona baru
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.