Dana Pasar Uang: Keuntungan dan Risiko

Dana pasar uang adalah reksadana yang biasanya digunakan investor untuk kepemilikan berisiko relatif rendah dalam portofolio.
Ilustrasi foto Reksadana Pasar Uang (Foto: Tagar/Pexels/Alesia Kozik)

Jakarta - Dana pasar uang adalah reksadana yang biasanya digunakan investor untuk kepemilikan berisiko relatif rendah dalam portofolio. Biasanya, reksadana ini berinvestasi dalam jangka pendek dan membayar pendapatan dalam bentuk dividen. 

Dengan menjaga jangka waktu yang singkat, investasi dana ini berusaha mengurangi ketidakpastian yang dapat mengelola risiko. Dana pasar uang memberi investor berbagai manfaat yang tidak ditemukan di investasi lain. 

Meskipun dianggap sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi, dana pasar uang juga datang bersama dengan risikonya, sama halnya dengan investasi lain. Berikut beberapa keuntungan dan risiko dari dana pasar uang:


Keuntungan Dana Pasar Uang

Manajemen Risiko

Investasi ini dapat memberikan return kecil dan risiko terbatas. Investor menggunakan dana pasar uang ketika mereka menginginkan investasi uang tunai.


Likuiditas

Investasi dalam dana pasar uang biasanya likuid, yang berarti kamu bisa mencairkan sebuah aset investasi dengan cepat dan harga yang wajar.


Kenyamanan

Beberapa lembaga bisa memungkinkanmu untuk menarik danamu dari dana pasar uang. Alhasil, kamu mendapatkan keuntungan dari pendapatan dividen dan akses yang mudah ke aset milikmu.


Tarif Responsif

Dana pasar uang dapat membayar tarif yang lebih tinggi atau lebih rendah dari waktu ke waktu. Jika mengharapkan suku bunga naik, menjaga uangmu mungkin menarik. Karena trade-off yang bisa dimengerti antara risiko dan return, kamu mungkin mengharapkan dana pasar uang untuk return jangka panjang yang relatif rendah.


Risiko

Risiko Inflasi

Dana pasar uang dianggap lebih aman daripada investasi lainnya karena ekuitas, return rata-rata jangka panjang dan lebih rendah dari investasi lain. Dalam waktu lama, inflasi bisa mengambil return. Mungkin lebih baik mengambil investasi yang menghasilkan lebih tinggi jika memang kamu siap mengambil risiko.


Dana Terkunci

Dalam beberapa kasus, dana pasar uang bisa menjadi tidak lukuid. Dana bisa membebankan biaya likuiditas yang mengharuskanmu membayar untuk mencairkannya. Selain itu, juga bisa terjadi penangguhan sementara yang mengharuskanmu menunggu sebelum menerima hasil ddari dana pasar uang.


Tarif yang Bervariasi

Kamu tidak bisa tahu berapa banyak yang diperoleh dari investasimu. Tarif bisa naik, bisa juga turun. Jika naik, itu hal yang baik. Jika turun, kamu mungkin membutuhkan lebih banyak uang untuk memenuhi tujuanmu. Risiko ini ada dengan investasi sekuritas lainnya.


Tidak Diasuransikan

Dana pasar uang tidak menyediakan asuransi dari Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), seperti saat kamu menyimpan uang di deposito bank biasa. Meskipun investasi ini relatif aman, masih ada sejumlah risiko kecil yang bisa menjadi bencana jika kamu tidak mampu membayar kerugian.[]


(Retno Ayuningrum)

Baca Juga:

Berita terkait
5 Pilihan Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan
Investasi jangka pendek sering direkomendasikan bagi pemula yang ingin berinvestasi dengan minim risiko.
Mana yang Lebih Penting? Asuransi Atau Investasi
Tidak semua perusahaan asuransi akan memberikan jaminan uang kembali 100% saat jatuh tempo tapi tidak terjadi klaim.
5 Tips Investasi Saham untuk Pemula Agar tidak Salah Langkah
Seorang investor saham pemula harus mempunyai bekal yang cukup agar mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi.
0
Dana Pasar Uang: Keuntungan dan Risiko
Dana pasar uang adalah reksadana yang biasanya digunakan investor untuk kepemilikan berisiko relatif rendah dalam portofolio.