UNTUK INDONESIA
Dalang Peretas Twitter Remaja Berusia 17 Tahun
Remaja berusia 17 tahun di AS diciduk polisi, karena menjadi otak di balik peretasan sejumlah akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu.
Ilustrasi kejahatan siber. (Foto: Antara/Pixabay)

Jakarta - Remaja berusia 17 tahun asal Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS), diciduk polisi lantaran menjadi otak di balik peretasan sejumlah akun tokoh besar di Twitter beberapa waktu lalu. 

Dikutip dari Antara, Minggu, 2 Agustus 2020, Graham Ivan Clark, yang baru berusia 17 tahun, disergap di apartemennya pada Jumat (31/7/2020) waktu setempat. Clark terkena 30 tuduhan atas kejahatan besar, termasuk penipuan dan akan dihukum sebagai orang dewasa. 

Clark baru saja tamat dari SMA di Florida, AS. Dia tidak bertindak sendiri dalam peretasan besar ini. Clark dibantu dua orang, yaitu bernama Mason John Sheppard (19) asal Inggris Raya dan Nima Fazeli (22) dari Orlando, Florida.

Keduanya kena tuduh membantu Clark, yang menggunakan nama samaran Kirk, dalam peretasan. FBI menyatakan Clark dan Fazeli sudah ditangkap, tapi Sheppard belum dan akan dalam pengawasan. 

Pengacara Andrew Warren, yang menangani kasus Clark, menyebut walaupun Clark baru berusia 17 tahun, akan tetapi sangat berpengalaman sampai berhasil menembus jaringan Twitter tanpa terdeteksi. 

Clark menipu dan meyakinkan salah seorang pegawai Twitter bahwa dia salah seorang pekerja di departemen teknologi, memerlukan akses untuk masuk ke portal layanan konsumen.

Menurut pakar keamanan siber, para pelaku berafiliasi dengan komunitas peretas spesialisasi mengambil alih akun dengan menggunakan metode SIM-swapping. Mereka meretas operator seluler untuk mengambil alih nomor ponsel dan informasi penting. 

Mereka menargetkan pegawai Twitter kemudian mencuri informasi penting agar bisa masuk ke sistem internal platform tersebut. Setelah masuk sistem internal, peretas menyetel ulang kata kunci akun. 

Peretas mencuit dari 45 akun yang diretas, mengakses kotak pesan 36 akun dan mengunduh informasi dari tujuh akun. 

Peretas meminta pengikut akun-akun terverifikasi, antara lain milik Elon Musk dan Barack Obama, untuk mengirimkan uang dalam bentuk bitcoin. New York Times menuliskan penipuan tersebut menjaring uang senilai lebih dari 180.000 dolar AS. 

Sementara itu, situs Cnet mengutip keterangan dari Departemen Kehakiman AS, melaporkan terdapat lebih dari 400 transfer senilai lebih dari 100.000 dolar AS.[]

Berita terkait
Bos PS Store Putra Siregar Terciduk Bea Cukai Trending di Twitter
Putra Siregar diduga melakukan tindak pidana peredaran barang-barang ilegal. Bos PS Store itu dijadikan tersangka oleh petugas Bea dan Cukai.
Peretas Twitter Anak-anak Muda Terorganisasi
Ternyata mereka yang melakukan peretasan Twitter adalah sekelompok anak muda yang punya hubungan dengan negara atau kejahatan yang terorganisasi.
FBI Investigasi Peretas Akun Twitter Para Tokoh AS
Biro Investigasi Federal (FBI) mulai melakukan investigasi peratasan akun Twitter sejumlah toko Amerika Serikat.
0
Libur dan Cuti Bersama, Tempat Wisata Dibatasi 50 Persen
Pemerintah mengeluarkan aturan yang membatasi kunjungan ke tempat wisata sampai dengan 50 persen.