Daftar Belanja Online yang Paling Diminati saat Pandemi

Pola perilaku pembelian masyarakat yang memanfaatkan aplikasi belanja online mengalami perubahan selama pandemi Covid-19. Apa yang paling diburu?
Ilustrasi seorang wanita sedang menjual produk secara online. (Foto: Tagar/Getty Images)

Jakarta - Pola perilaku pembelian masyarakat yang memanfaatkan aplikasi belanja online mengalami perubahan selama pandemi Covid-19. Awal masuknya wabah corona ke Indonesia, masyarakat memburu alat kesehatan. Namun kini, konsumen tanah air lebih memanjakan kebutuhan seputar hobi.

Hal itu disampaikan Merchant Community and Engagement Lead Bukalapak, Ian Agisti Rani dalam acara virtual Galaxy Creator Workshop bertajuk "Create Awesome Content for Your Business," Senin, 23 November 2020.

"Ada perubahan data saat memasuki masa pandemi, perubahan behaviour konsumen. Tadinya biasanya memilih belanja offline sekarang mau tidak mau dipaksa beli online. Pola perilaku pembeliannya juga berubah," kata Ian.

Pada bulan Maret, ketika awal memasuki masa pandemi, produk yang banyak dicari adalah produk kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, termometer, produk minuman herbal, serta produk disinfektan.

Selanjutnya, memasuki bulan April, satu bulan setelah masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona, Ian mengatkan produk hobi banyak dicari, seperti gaming konsol dan lego, serta perabotan rumah tangga.

"Karena setiap orang stay di rumah dan membuat dirinya lebih nyaman di rumah. Peralatan masak banyak yang dicari April, orang-orang cenderung masak di rumah," kata Ian.

Memasuki bulan Mei, Ian melihat terjadi perubahan perilaku pada tren pencarian. Jika sebelumnya barang-barang yang dicari adalah keperluan di rumah, pembeli mulai mencari produk-produk perlengkapan ibadah dan kue kering, seiring dengan memasuki bulan Ramadhan dan persiapan menjelang Idul Fitri.

Setelah melewati bulan Ramadhan Idul Fitri, memasuki bulan Juni, pembeli cenderung mencari produk sepeda.

"Yang tadinya enggak punya sepeda jadi punya sepeda. Yang tadinya sepedaan cuman seminggu sekali atau sebulan sekali sekarang hampir tiap hari sepedaan. Nah sepeda ini awal mulai bulan Juni salah satu paling banyak yang cari di Bukalapak," ujar Ian.

"Kemudian, banyak juga produk kesehatan karena memang seiring mereka agak berani berkegiatan di luar rumah, seperti face shields, masker," Ian melanjutkan seperti dilansir Antara.

Pada bulan berikutnya, bulan Juni menjadi momen anak masuk sekolah, yang kemudian menjadi dominan di bulan Juli di mana peralatan sekolah, seperti tas dan meja belajar, mulai banyak dicari di Bukalapak.

"Perlengkapan WFH dan SFH kayak laptop, webcam, modem wifi itu juga banyak dicari. Bulan Juli bahkan sampai di bulan Oktober pencarian sepeda masih stabil," Ian menambahkan.

Sementara, pada bulan Agustus, meski produk hobi dan olahraga masih dicari pembeli, perubahan juga mulai bergeser pada pembelian handphone.

Hal senada juga terjadi pada bulan September, di mana produk-produk hobi, seperti tanaman hias dan perlengkapan pot dan perangkat elektronik rumah tangga juga banyak dicari.

"Oktober produk hobi masih bertahan, kemudian handphone ini orang mulai cari lagi," ungkap Ian.

Di luar tren pembelian barang, menurut Ian, pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini mendorong pertumbuhan para pelaku bisnis online, yang membuat jumlah pelapak semakin banyak.

"Setelah pandemi jual beli online jadi alternatif konsumen berbelanja ditengah pandemi. Nah saat ini dari Bukalapak ada sekitar 6 juta pelapak, sekitar juta pengguna pelapak. Hal ini menandakan sebetulnya penetrasi bisnis online bisa terjadi dalam jangka waktu yang cepat dan tepat," ujar Ian.[]

Berita terkait
Sebanyak 89 Persen Konsumen Belanja karena Media Sosial?
Sebanyak 89 persen konsumen mengambil keputusan untuk belanja produk karena dipengaruhi konten media sosial.
Aplikasi WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Belanja
Aplikasi WhatsApp resmi meluncurkan fitur belanja bagi pengguna di Indonesia yang kini bisa dinikmati lewat update terbaru.
Microsoft Suntik Dana Rp 1,46 Triliun ke Bukalapak
Perusahaan teknologi Amerika Serikat, Microsoft akan berinvestasi untuk e-commerce di Indonesia, Bukalapak senilai US$ 100 juta.
0
Irfan Setiaputra: 100 Karyawan Garuda Ajukan Pensiun Dini
Direktur Utama Irfan Setiaputra PT Garuda Indonesia mengatakan sudah lebih dari 100 karyawan mengajukan pensiun dini untuk memulihkan perusahaan.