UNTUK INDONESIA

Curhat Pengusaha Bus Sumbar yang Tak Terlibat MTQ Nasional

Pengusaha bus pariwisata di Sumatera Barat mengeluh karena tidak dilibatkan dalam perhelatan MTQ Nasional 2020.
Sejumlah armada bus dari Cantigi Tur yang sudah lama terparkir sejak masa Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Dok. Cantigi Tour)

Padang - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 yang akan digelar di Sumatera Barat (Sumbar) diyakini mampu menggerakan ekonomi masyarakat. Terutama, pelaku usaha jasa transportasi bus pariwisata. Sebab, mobilitas para kafilah MTQ memerlukan armada bus dalam jumlah yang tidak sedikit.

Seharusnya dengan adanya MTQ ini, kami bisa bernafas lega, namun faktanya, kami tidak dilibatkan sama sekali.

Namun, tidak semua pengusaha bus pariwisata menikmati "kue" MTQ Nasional yang akan berlangsung mulai tanggal 12 hingga 21 November 2020. Salah satunya dirasakan oleh pemilik Cantigi Tour, Yusri Latif yang memiliki 13 armada bus.

Dia mempertanyakan alasan pelaksana MTQ Nasional yang tidak melibatkan pengusaha bus dalam ajang tersebut. Padahal, dia sangat berharap bisa terlibat membantu mobilitasi kegiatan tersebut. Sebab, selama pandemi, bisnis transportasinya nyaris mati suri.

"Tidak ada pihak panitia MTQ yang melibatkan kami. Malah mereka mendatangkan bus pariwisata dari luar Sumbar, bukan dari pengusahan lokal," tuturnya, Rabu, 11 November 2020.

Dia juga menyesalkan pernyataan pemerintah yang menyebut mayoritas bus di Sumbar sudah tua dan tidak laik jalan. Padahal, pihaknya juga memiliki bus produksi tahun 2019 hingga 2020.

"Jika saya hitung, ada 30 bus produksi 2016 dan produksi tahun 2020. Surat-surat perizinan kami lengkap. Mobil kami di Sumbar ini juga bagus, jika minta yang tahun 2019 kami juga ada dan unitnya bagus juga kok," katanya.

Seharusnya di masa pandemi ini, kata Yusri Latif, pemerintah proaktif membantu pengusaha bus pariwisata lokal, yang secara terang-terangan menjadi imbas nyata dari pandemi.

"Kami adalah pelaku industri pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Seharusnya dengan adanya MTQ ini, kami bisa bernafas lega, namun faktanya, kami tidak dilibatkan sama sekali," katanya.

Terpisah, Kadis Perhubungan Sumbar Heri Nofiardi mengatakan, panitia membutuhkan 182 unit kendaraan yang terdiri dari bus dan mobil passenger untuk melayani kebutuhan peserta MTQ. Dari jumlah tersebut, 26 bus merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan.

"Kami juga melibatkan pengusaha mobil di Sumbar. Buktinya, mobil-mobil passengger kita sewa dari pengusaha mobil rental lokal," katanya.

Menurutnya, ada beberapa faktor alasan kenapa sejumlah pengusaha bus lokal tidak dilibatkan. Di antaranya soal kelaikan jalan armada bus itu sendiri. Kemudian, surat kelengkapan dan dokumen pendukung. []

Berita terkait
KI Sumbar Ingatkan Badan Publik Terbuka dalam Informasi
Komisi Informasi Sumatera Barat mengingatkan agar semua badan publik terbuka memberikan informasi.
DPRD Sumbar Ingatkan Gubernur SOP Prokes saat MTQ Nasional
Ketua DPRD Sumbar mengingatkan kepada Gubernur agar benar-benar memperketat prokes saat pelaksanaan MTQ Nasional agar tidak menjadi kluster baru.
1.478 Peserta Seluruh Indonesia Ikuti MTQ Nasional ke-28
Sebanyak 1.478 peserta dari seluruh Indonesia ikuti MTQ Nasional ke-28 Tahun 2020.
0
Curhat Pengusaha Bus Sumbar yang Tak Terlibat MTQ Nasional
Pengusaha bus pariwisata di Sumatera Barat mengeluh karena tidak dilibatkan dalam perhelatan MTQ Nasional 2020.