UNTUK INDONESIA
Covid-19, Jokowi Tak Ingin Rakyat Kesulitan Pangan
Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan guna mengantisipasi dampak kekeringan terhadap stok bahan pokok.
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 20 April 2020 (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tiga  arahan guna mengantisipasi dampak kekeringan terhadap stok bahan pokok. Dalam satu arahannya, ia meminta percepatan musim tanam. "Di tengah pandemi Covid-19, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan pangan," ucapnya  dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Jokowi juga meminta pemanfaatan curah hujan yang masih ada saat ini. "Harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. 

Antisipasi dan mitigasi harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.

Baca Juga: 3 Pesan Jokowi di KTT GNB, Singgung Keringanan Utang 

Jokowi menyebutkan telah beberapa kali menyampaikan peringatan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) terkait krisis pangan dunia. "Oleh sebab itu, urusan yang berkaitan dengan musim kemarau harus benar-benar diperhitungkan. 

"Berdasarkan prediksi dari BMKG, 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim kemarau, akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya,” kata Jokowi saat membuka ratas mengenai antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan/stok bahan pokok.

Stok BerasPekerja mengemas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. Perum Bulog pastikan stok beras mencukupi untuk mengatasi kebutuhan lonjakan pangan dalam kondisi tidak terduga, sekaligus dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik

Melihat kondisi saat ini, Jokowi meminta antisipasi dan mitigasi harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu. "Pertama, ketersediaan air di daerah sentra-sentra produksi pertanian yang menjadi kunci. Oleh sebab itu, ini harus disiapkan dari sekarang, mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, itu penting,” tuturnya. 

Jokowi menegaskan bahwa ketersediaan sarana-sarana produksi pertanian, baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk harus betul-betul ada dan harganya terjangkau. “Kemarin juga sudah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi untuk petani, ini agar nanti juga dipertajam lagi,” katanya. 

Arahan berikutnya terkait pengelolaan manajemen stok untuk kebutuhan pokok. Menurutnya, untuk bahan-bahan pokok, hitung-hitungannya  harus detail. 

Baca JugaJokowi: Bantuan Sosial Harus Cepat Dibagikan

Jokowi meminta agar Bulog memastikan pasokan aman di Tanah Air. “Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik,” ucapnya. []

Berita terkait
Jokowi Minta Mensos dan Kepala Daerah Soroti Bansos
Jokowi menugaskan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan semua kepala daerah turun langsung mengecek Bansos yang diberikan ke masyarakat.
Evaluasi PSBB, Jokowi Ingin Penerapannya Maksimal
Presiden Jokowi menegaskan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dilakukan secara maksimal agar bisa berjalan efektif.
Jokowi Sebut Hikmah Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan
Presiden Jokowi katakan di tengah pandemi Covid-19 salah satu hikmahnya adalah banyak pelajaran yang bisa didapat dalam pembelajaran siswa
0
Covid-19, Jokowi Tak Ingin Rakyat Kesulitan Pangan
Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan guna mengantisipasi dampak kekeringan terhadap stok bahan pokok.