UNTUK INDONESIA
COVID-19 Buat Bursa Saham Tiga Negara Eropa Jatuh
Kekhawatiran masyarakat global terkait penyebaran virus corona atau COVID-19 rupanya berimbas pada bursa saham di Eropa.
Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Kekhawatiran masyarakat global terkait penyebaran virus corona atau COVID-19 rupanya berimbas pada bursa saham di Eropa. Setidaknya ada tiga negara di Eropa yang mengalami keterpurukan akibat corona, yaitu Prancis, Inggris, dan Spanyol seperti dilansir dari Antara.

Saham Prancis Terpuruk

Aksi jual global dengan acuan indeks CAC 40 di Bursa Saham Paris anjlok 4,13 persen atau 221,99 poin menjadi 5.139,11 poin saat ditutup pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2020.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks CAC 40, 39 saham menderita kerugian yang relatif besar hingga mencapai kisaran delapan persen. Sisanya, satu saham perusahaan yang berakhir di wilayah positif.

TechnipFMC, perusahaan minyak dan gas global yang menyediakan layanan siklus proyek lengkap untuk industri energi, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai saham 8,44 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen pesawat komersial multinasional Eropa Airbus yang tergelincir 7,56 persen dan Schneider Electric, perusahaan multinasional Prancis yang berspesialisasi dalam peralatan listrik, jatuh 6,16 persen.

Satu-satunya saham unggulan yang berhasil mencetak keuntungan adalah perusahaan pabrikan mobil multinasional Prancis Renault yang naik 1,94 persen.

Saham Inggris Rontok

Di tengah kekhawatiran investor tentang dampak COVID-19 saham-saham Inggris ditutup rontok pada perdagangan, Jumat, 6 Maret 2020.

Acuan Indeks FTSE 100 di Bursa Saham London merosot 3,62 persen atau 242,88 poin, menjadi 6.462,55 poin dengan hanya empat saham yang berhasil meningkat.

Anglo American, perusahaan pertambangan Inggris yang terdiversifikasi secara global, menjadi pemain dengan kinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya terjun 8,70 persen.

Disusul oleh saham perusahaan rekayasa multinasional Inggris yang terdiversifikasi Smiths Group yang jatuh 7,84 persen, serta perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris Centrica terpangkas 7,60 persen.

Di sisi lain, International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, terangkat 2,01 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan multinasional yang mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan mesin untuk pesawat dan lainnya Rolls-Royce Holdings yang menguat 0,17 persen, serta perusahaan pertambangan logam mulia Polymetal International 0,15 persen.

Saham Spanyol Rugi Besar

Saham Spanyol mengalami kerugian besar lagi pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2020. Hal tersebut dipicu kekhawatiran akan dampak virus corona terhadap ekonomi dunia, setelah pejabat kesehatan dunia memperingatkan bahwa negara-negara gagal mengatasi krisis wabah tersebut dengan cukup serius.

Indeks acuan IBEX 35 di Bursa Saham Madrid turun tajam 3,54 persen atau 307,40 poin, menjadi berakhir di 8.375,60 poin setelah dibuka pada 8.683,00 poin.

Sebanyak 33 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen Indeks IBEX 35 diperdagangkan di wilayah negatif, dengan hanya dua saham yang berhasil membukukan keuntungan.

Dengan penurunan terus-menerus dalam harga saham, berarti IBEX 35 telah kehilangan 15,3 persen dari nilainya selama dua minggu terakhir.

Masmovil Ibercom, perusahaan jasa telekomunikasi Spanyol memiliki hasil terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan nilai sahamnya terperosok 10,71 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan penyedia infrastruktur Ferrovial yang anjlok 5,88 persen, serta perusahaan konsultan teknologi Indra Sistemas jatuh 5,85 persen.

Hanya dua perusahaan yang menikmati kenaikan harga saham mereka, yaitu International Consolidated Airlines Group (IAG), perusahaan induk maskapai multinasional Anglo-Spanyol, dengan harga sahamnya terangkat 1,51 persen, dan perusahaan industri otomotif CIE Automotive meningkat 0,52 persen. []


Berita terkait
Saham BUMI Tiarap di Harga Rp 50, Utang Menumpuk
Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jatuh ke level terendah Rp 50 per lembar.
Apakah Investor Pintar Akan Beli Saham Sido Muncul?
Laporan setahun kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) baru saja dirilis.
Mengenal Manajer Investasi, Si Anti Saham Gorengan
Kasus gagal bayar polis nasabah Jiwasraya jadi tolok ukur bagaimana perseroan mengelola saham di lantai Bursa Efek Indonesia.
0
Nabi Hud AS, Sebelum Angin Membinasakan Segala
Kenapa angin bertiup sehebat-hebatnya selama tujuh malam delapan hari membinasakan Ad, kaum bertubuh besar dan kuat pada zaman Nabi Hud AS.