China Berhasil Cegah Warga Mudik Rayakan Tahun Baru Imlek

Otoritas China berhasil lakukan restriksi agar warga tidak mudik rayakan tahun baru imlek terkait dengan upaya tahan pandemi
Seorang pria yang memakai masker wajah setelah wabah virus Covid-19 mengambil gambar di platform Stasiun Kereta Shijiazhuang di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China, 22 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Martin Pollard)

Jakarta - Berbagai upaya untuk mencegah warga China tidak bepergian dalam menyambut Tahun Baru Imlek tampaknya berhasil pada hari Kamis, 28 Januari 2021. Stasiun kereta utama Beijing lebih banyak lengang dan perkiraan jumlah penumpang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Restriksi dilakukan otoritas China untuk tekan pandemi virus corona di Negeri Tirai Bambu itu.

Laporan situs independen, worldometer, tanggal 28 Januari 2021 menunjukkan jumlah positif virus corona di China 89.272 dengan 4.636 kematian. Jumlah warga yang menjalani tes 160 juta dengan proporsi tes per 1 juta populasi 111.163.

Hari Kamis, 28 Januari 2021, mengawali musim perjalanan yang ramai selama dua pekan menjelang Imlek yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Pada masa ini, kereta api dan berbagai jenis transportasi umum lainnya biasanya dipadati pekerja migran yang mengambil mungkin satu-satunya kesempatan untuk mudik dan bertemu keluarga mereka.

WuhanOrang-orang memakai masker saat berbelanja di supermarket pada hari kedua Tahun Baru Imlek China, di Wuhan, Cina 26 Januari 2020. (Foto: cnsphoto via Reuters)

Hanya sekitar lima dari 15 gerbang keamanan di stasiun kereta itu yang buka, dan pemandangan normal, antrean di loket tiket dan penumpang memadati plaza utama, kini tidak terlihat.

Kegagalan untuk membatasi perjalanan sebelum musim mudik Imlek tahun lalu disebut karena penyebaran virus corona, khususnya karena kota di China Tengah di mana virus itu pertama kali dideteksi, Wuhan, merupakan pusat perjalanan penting yang digunakan jutaan penumpang.

Tahun ini, pihak berwenang menawarkan pengembalian uang tiket pesawat dan bayaran ekstra bagi pekerja yang tidak mudik.

Para pelancong harus memiliki hasil tes negatif virus corona dalam tujuh hari sebelum keberangkatan, dan banyak pemerintah setempat yang memerintahkan karantina serta tindakan ketat lainnya terhadap pelancong.

China CoronaPenumpang diperiksa suhu badannya menyusul penularan virus corona baru di China, di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, Jumat, 24 Januari 2020. (foto: Antara)

Para pejabat memperkirakan 1,7 miliar orang melakukan perjalanan dalam periode sibuk ini, turun 40% dari tahun 2019.

Angka di beberapa kota mungkin lebih tinggi. Keberangkatan dari Beijing dan kota metropolis Chengdu di China barat daya turun lebih dari 75% pada periode itu, menurut perkiraan dari asosiasi perjalanan.

Sementara itu kedatangan internasional juga terimbas, karena pengunjung asing praktis dilarang memasuki China (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Pandemi Virus Corona di China Kembali Melonjak
China laporkan kasus kematian pertama akibat virus corona sejak Mei 2020, sebagian karena kasus virus corona lonjakan di provinsi di bagian utara
37 Juta Warga China Dikarantina Cegah Pandemi Virus Corona
Sebuah provinsi di China menempatkan 37 juta penduduk dalam karantina massal menyusul ancaman penyebaran virus corona
China Belum Beri Izin Bagi Tim Pemeriksa Asal Virus Corona
WHO sangat kecewa karena China belum selesaikan izin kunjungan tim pemeriksa asal usul virus corona (Covid-19) ke Kota Wuhan
0
Dukcapil: Jenis Kelamin Transgender Ditulis Laki-Laki atau Perempuan
Dukcapil: di Indonesia hanya ada dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan sesuai dengan hukum yang berlaku.