Jakarta, (Tagar 11/2/2019) - Survei Charta Politika Indonesia menemukan makin maraknya Money Politic (politik uang) di DKI Jakarta dalam menjelang Pemilu 2019. Itu diperkuat dari sampel responden yang kebanyakan masih mentoleransi politik uang saat Pemilu.

"Ternyata di DKI juga cukup tinggi bahwa masyarakat sangat memaklumi jika ada parpol, caleg atau timses yang memberikan uang. Yang masih mengatakan memaklumi bahwa politik uang itu hal yang lumrah yaitu Dapil DKI Jakarta 1 (58,2%) dan Dapil DKI 2 (47%). Ini masih sangat tinggi," kata Direktur Riset Charta Politika Indonesia Muslimin kepada Tagar News, Senin (11/2).

Ternyata jelang Pemilu 2019 ini, bukan hanya uang yang kerap kali dibagikan oleh Caleg maupun Partai Politik. Pembagian Sembako pun menjadi hal yang paling disukai dalam kampanye Pileg ini.

"Kita juga mempertanyakan apa sih yang diharapkan selain uang?, ternyata sembako juga yang paling tinggi. Nah, dimana di Dapil DKI 1 ini ada sebesar 30,7%, di Dapil DKI 2 sebesar 36% dan di DKI 3 sebesar 40,8%," ucap dia.

Menanggapi survei tersebut, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga merasa prihatin dengan keadaan Indonesia sekarang ini, terkhusus dalam menjelang Pemilu.

"Tentu kita sedih karena kita sudah mau lima kali Pemilu di era reformasi ternyata 50 persen rata-rata masih welcome kepad politik uang," kata Maedani Ali Sera di Jalan Adityawarman Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Dia juga tak mau menyalahkan pemilih terhadap semakin maraknya money politik. Tetapi inilah seharusnya tugas kader partai politik membangun ideologi dan visi misinya kepada pemilih.

"Saya gak mau menyalahkan pemilih, mestinya partai menjadikan ini PR besar untuk membangun kaderisasi dan ideologisasi kepada pemilih," ujarnya.

Jika hal tersebut dilakukan, dia memastikan tak akan terjadi politik uang di masyarakat.

"Sehingga pemilih ketika memilih bukan karena kepentingan sesaat atau kepentingan uang. Tetapi semata-semata karena ideologinya, aspirasinya diwakili oleh partai yang bersangkutan," imbuhnya. []