Indonesia
Cerita Pekerja Muslim di Lingkungan Vihara Dharma Bakti Jakarta
18 tahun bekerja di rumah ibadah yang tidak dianutnya.
Dayat atau Bang Yayat, pekerja Muslim di lingkungan Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, ketika ditemui Tagar News pada Sabtu (2/2/2019). (Foto: Tagar/Eno Suratno Wongsodimedjo)

Jakarta, (Tagar 5/2/2019) - Dayat atau Bang Yayat baru saja selesai mengisi botol-botol berisi minyak pelita, salah satu alat pelengkap sembahyang bagi kaum Tridharma (Budha), di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat.

Selepas merapihkan botol-botol tadi, Yayat kemudian menyempatkan diri menghisap sebatang rokok di sebuah sudut luar Vihara.

Begitu tembakau kreteknya habis, ia bergegas kembali menuju salah satu ruang sembahyang sambil menenteng sapu. Bersama seorang rekan, Yayat membersihkan abu-abu dupa yang tercecer di lantai ruangan.

Yayat, merupakan pekerja Muslim di lingkungan Vihara Dharma Bakti. Mulanya, pria asal Kota Bogor itu mengaku diajak mertuanya yang lebih dulu bekerja di lingkungan vihara.

Dia mengawali pekerjaannya sebagai staf kebersihan di lingkungan vihara itu sejak tahun 2001. 18 tahun bekerja di rumah ibadah beda agama tidak membuat Yayat alergi dengan perbedaan. Dia tak khawatir keimanannya sebagai seorang penganut agama Islam  terganggu.

"Udah lama, taun berapa ya, 2001. Iya, taun 2001," kenang Yayat saat ditemui Tagar News di lingkungan kerjanya, Sabtu (2/2).

Baca juga: Menelusur Petak Sembilan, Pecinan Tua Eks Tempat Perjudian Jakarta

"Tadinya kan, mertua saya kan kerja di sini, nah diajak sama mertua. Ya sekarang sudah meninggal sih. Sama sekali enggak (khawatir) terganggu lah. Kita kan cuma sebatas kerja. Niatnya juga kerja. Kalo masalah begituan kan masing-masing," imbuh Yayat.

Vihara Petak SembilanUmat sedang bersembahyang di Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta. (Foto: Tagar/Gilang)

Yayat berbagi tugas dan pekerjaan bersama staf lain dari berbagai divisi. Dari 30 pekerja di vihara itu, Yayat pekerja terlama. Lebih dari separuh pekerja di vihara itu penganut Islam seperti Yayat.

Pria berusia 51 tahun itu sama sekali tidak mengalami kesulitan sejak awal bekerja di Vihara Dharma Bakti. Meski mulanya, dia merasa terganggu dengan banyaknya kepul asap yang berasal dari dupa. Tapi seiring berjalannya waktu, pria yang tinggal di sebuah kontrakan dekat wilayah Petak Sembilan itu mengaku terbiasa.

"Ya dulu saya kan, sebelum masuk sini kan memang gak pernah kena kebul-kebul asap yang terlalu seperti ini kan. Baru-baru mah yaa, gak kuat mata. Lama-lama ya, udah terbiasa aja," aku pria berkumis tipis itu.

Bertahun-tahun bekerja di vihara, Yayat sedikit banyak hafal nama-nama Dewa, sejumlah ruang sembahyang berdasarkan Dewa, juga tugas-tugas dan kemampuan Dewa. Hal tersebut ia pelajari demi membantu pengunjung yang datang dan bertanya kepadanya.

"Kalau dibilang hafal semua ya enggak juga sih, tapi ada beberapa tempat doang. Ibaratnya nih, nanya dimana letak Dewa Uang? Ya kita, kita anter ke Cai Shen, terus kalo ada yang nanya Dewa Bumi, ya unjukinnya ke Hock Tek Tjeng Sin," jelas Yayat.

Jelang perayaan Imlek 2019, Yayat mengaku senang. Alasannya, biasanya akan banyak umat yang berkunjung dan bersembahyang. Mereka kerap memberikan sejumlah uang terima kasih kepada pekerja kebersihan vihara seperti Yayat.

"Ya suka duka banyak ya. Banyak sukanya sih. Namanya juga kuli, ya ada aja kalo mau dikeluhin. Tapi ya jalani aja. Kaya mau Imlek begini nih. Seneng kita. Karena banyak yang suka kasih uang," papar Yayat sambil tertawa.

Sebelum Yayat melanjutkan pekerjaannya, pria berbadan agak kurus itu membeberkan pandangannya terkait pentingnya kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, sikap saling menghormati menjadi kunci menyatukan banyaknya perbedaan.

"Akur. Itulah. Yang penting akur aja. Saling menghormati aja. Itu aja kuncinya mah," tutup Yayat

Berita terkait
0
Anggun C. Sasmi Dihujat Karena Ustaz Abdul Somad
Anggun Cipta Sasmi, penyanyi asal Indonesia yang go internasional dikritik warganet seusai unggah foto Ustaz Abdul Somad dan Meliana.