UNTUK INDONESIA
Cerita Pasangan Lansia di Samosir Masuk Penjara
Pasangan lansia di Kabupaten Samosir, masuk bui karena membongkar pagar di lahan mereka sendiri.
Pengurus IWO Samosir dan Kapolsek Onanrunggu AKP W Harianja melakukan penjemputan dari Lapas Pangururan terhadap pasangan lansia, Kamis 7 November 2019. (Foto: Tagar/Fernando)

Samosir - Sepasang suami istri yang sudah lanjut usia (lansia) di Kabupaten Samosir, masuk penjara sejak 3 September 2019 karena membongkar pagar di lahan mereka sendiri.

Pasangan tersebut, Parluhutan Nainggolan, 69 tahun, dan Rolina Sirait, 68 tahun, warga Sosor Pasir, Kelurahan Nainggolan, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Keduanya dilaporkan oleh Jusen Parhusip, pihak yang merasa keberatan pagar yang terbuat dari kayu itu dibongkar. Jusen mengklaim lahan tempat pagar merupakan miliknya. 

Atas pengaduan Jusen, Polsek Onanrunggu kemudian melakukan penahanan kepada pasangan lansia itu sejak 3 September 2019.

Keduanya dituduh melakukan pembakaran atau perusakan yang dilakukan secara bersama-sama pada Selasa 3 September 2019 di Sosor Pasir, Kelurahan Nainggolan.

Setelah ditahan di Polsek Onanrunggu, dan di Polres Samosir masing-masing satu minggu, pasangan renta yang kesehariannya bertani itu pun ditahan mulai 29 Oktober 2019 dan rencananya hingga 7 Desember 2019 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pangururan.

Kita sangat apresiasi respons Pak Kapolres Samosir

Menurut Parluhutan, dia wajar membuka pagar di lahannya sendiri bersama istrinya. Dia juga mengaku kesal polisi menahannya bersama istrinya, sementara polisi tidak tahu bagaimana historis lahan yang diklaim Jusen.

"Kami kok dituduh merusak pagar di ladang kami sendiri dan ditahan dan terkesan ada keberpihakan," kata Parluhutan.

Dibebaskan

Didorong rasa prihatin, sejumlah awak media di Kabupaten Samosir, yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) memberikan bantuan pendampingan terhadap pasangan lansia tersebut.

Ketua IWO Kabupaten Samosir, Fernando Sitanggang menyebut, pihaknya mencoba melakukan komunikasi dengan Kapolres Samosir AKBP M Saleh pada Kamis 7 November 2019.

AKBP M Saleh mengaku terkejut dan merasa kecolongan dengan kasus tersebut. Dia kemudian melakukan respons cepat dan memerintahkan Kapolsek Onanrunggu menangguhkan penahanan terhadap pasangan lansia tersebut.

"Terima kasih informasinya kawan-kawan IWO Samosir. Saya sangat menghargai informasi seperti ini, jujur saya tidak ada laporan dan saya kecolongan. Saya akan perintahkan Kapolsek Onanrunggu untuk segera melakukan penangguhan penahanan terhadap kedua orang tua kita itu," ujar AKBP M Saleh, Kamis sore.

Tak lama kemudian, Polsek Onanrunggu langsung mengeluarkan surat penangguhan penahanan dan menjemput kedua orang tua tersebut ke Lapas Pangururan.

"Benar, suami istri atas nama Parluhutan Nainggolan dan Rolina Sirait telah kami keluarkan dari Lapas Pangururan atas surat permintaan dari Kapolsek Onanrunggu," ujar Kalapas Pangururan, Fauzi Harahap.

IWO Samosir yang turut menjemput kedua pasangan lansia menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat Kapolres Samosir.

"Kita sangat apresiasi respons Pak Kapolres Samosir. Hari ini orang tua kita ini sudah ditangguhkan, kami sangat berterima kasih kepada Kapolres Samosir," ujar Fernando.

Dia berharap kedua belah pihak yang bertikai dapat berdamai dan mencabut perkara yang seharusnya tidak melalui jalur hukum.

"Harusnya ini dapat diselesaikan oleh natua-tuani huta atau tokoh masyarakat di desa tersebut," katanya.[]

Berita terkait
Guru SMA Samosir Tewas di Lokasi Galian C Ilegal
Tambang pasir lokasi tewasnya guru SMA Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, ternyata galian C ilegal atau tidak mempunyai izin.
Seorang Guru SMA di Samosir Tewas Tertimpa Pasir
Kepala SMA Negeri 2 Pangururan, Jasudin Sinaga mengakui salah satu guru di sekolahnya meninggal dunia akibat tertimpa pasir.
Calon Bupati Samosir Larang Kepala Dinas di Warung Tuak
Seorang bakal calon Bupati Samosir yang melamar ke Partai NasDem, berjanji akan melarang para kepala dinas di warung tuak.
0
Pro Kontra Wacana Tito Karnavian Soal Pilkada
Tito Karnavian berencana mengevaluasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan berwacana pilkada lewat jalur DPRD.