UNTUK INDONESIA
Cek Traveler, Bandara Soetta Pakai Health Alert Card
PT Angkasa Pura II (Persero) mengumumkan tak ada lagi pemeriksaan SIKM di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta).
Petugas KKP Klas 1 Bandara Soetta melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang yang baru saja mendarat dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 8 Juni 2020. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal/hp)

Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) mengumumkan tak ada lagi pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta). Pemeriksaan yang dilakukan terhadap penumpang (traveler) hanya terkait Health Alert Card (HAC) atau electronic Health Alert Card (e-HAC) dan pengukuran suhu tubuh melalui thermal scanner.

“Sudah tidak ada lagi pemeriksaan SIKM, namun tetap dilakukan pemeriksaan HAC atau e-HAC, dan pengukuran suhu tubuh bagi penumpang yang tiba,” kata Director of Operation & Service PT Angkasa Pura II Muhamad Wasid seperti dikutip Tagar dalam angkasapura2.co.id, Selasa, 28 Juli 2020.

Adapun untuk HAC atau e-HAC, kata dia diisi oleh traveler sebelum melakukan perjalanan atau saat memproses keberangkatan di bandara keberangkatan (origin) dan dilakukan pemeriksaan HAC di bandara tujuan (destination).

Selain itu, saat  proses keberangkatan penumpang diwajibkan  menjalani protokol pemeriksaan identitas diri dan pemeriksaan surat hasil rapid test atau polymerase chain reaction (PCR).

Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2020, surat keterangan uji tes PCR dan rapid test kini berlaku 14 hari dari pada saat keberangkatan, dari sebelumnya tiga hari untuk rapid test dan tujuh hari untuk PCR.

Secara umum, menurutnya proses keberangkatan kini lebih sederhana karena dokumen yang dipersyaratkan hanya identitas diri serta surat hasil rapid test atau PCR. Tanpa perlu mensyaratkan berbagai dokumen seperti surat keterangan perjalanan dan sebagainya.

menurut dia cukup tiba di bandara dua jam sebelum keberangkatan pesawat, karena proses pengecekan dokumen di bandara lebih sederhana.Traveler, menurut dia cukup tiba di bandara dua jam sebelum keberangkatan pesawat, karena proses pengecekan dokumen di bandara lebih sederhana.

“Bisa membuat traveler lebih fleksibel dalam mengatur jadwal penerbangan. Di sisi lain, protokol yang mengedepankan aspek kesehatan tetap dilakukan secara ketat oleh stakeholder di bandara,” kata dia.

Menyusul keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta, SIKM diganti dengan pemeriksaan Corona Likelihood Metric (CLM). Adapun untuk pemeriksaan CLM saat ini juga belum dilakukan di Soekarno-Hatta.

Meski demikian, PT Angkasa Pura II dan stakeholder lain berkomitmen untuk menciptakan bandara yang aman (Safe Airport), bandara yang sehat (Healthy Airport), dan bandara yang higienis (Hygiene Airport) untuk mencegah penyebaran Covid-19. []

Berita terkait
Pindah ke T3 Bandara Soetta, Citilink Beri Akomodasi
Maskapai Citilink Indonesia memastikan bakal menyediakan transportasi tambahan bagi calon penumpang dari terminal sebelumnya ke terminal 3
Segini Biaya Rapid Test Covid-19 di Bandara Soetta
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memfasilitasi klinik kesehatan dengan pelayanan rapid test Covid-19 dengan drive thru.
Sebab Bandara Soetta Tutup Terminal 1 dan 2F
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sementara waktu akan menghentikan pengoperasian Terminal 1A, 1B, 1C, serta Terminal 2F.
0
Cek Traveler, Bandara Soetta Pakai Health Alert Card
PT Angkasa Pura II (Persero) mengumumkan tak ada lagi pemeriksaan SIKM di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta).