UNTUK INDONESIA
Cegah Mudik, Luhut: Orang Meninggal karena Perilakumu
Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tanpa sengaja orang-orang yang mudik sudah membuat nyawa yang orang lain terancam karena Covid-19.
Menko Maritimdan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Amerika Serikat saat ini kebakaran jenggot dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia menilai dinamika pergerakan virus corona begitu cepat, sehingga yang merasakan dampaknya tidak hanya Indonesia saja, melainkan negara-negara besar di dunia juga merasakan hal yang sama.

Sebenernya kamu tanpa sadar sudah membuat kemungkinan orang lain meninggal karena perilakumu atau kau sendiri.

Dalam video resmi Kemenkomarves, Luhut mengaku heran terhadap arus mudik yang belakangan tidak menyurutkan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah mengimbau agar masyarakat tidak mudik guna mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Jokowi Proses Pemulangan Bejibun WNI dari Malaysia

"Tapi dinamikanya ini cepat sekali, kita juga enggak duga sebegini cepat. Balik-balik saya kalau bilang Amerika negara super power gitu aja banyak yang tidak menduga. Saya ke Amerika beberapa waktu lalu mereka masih tenang-tenang saja, tiba-tiba dari 2 minggu lalu sudah kayak kebakaran jenggot semua," kata Luhut di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.

Dia kembali menegaskan, pemerintah pusat telah memberikan imbauan agar masyarakat tidak terburu-buru untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Namun, imbauan tersebut dia sesalkan tidak digubris masyarakat. Lantas, Luhut menyebut tanpa disengaja orang-orang yang mudik tersebut sudah membuat nyawa orang lain terancam karena ditakutkan turut menyebar virus Covid-19.

"Ya kita tadi imbauan yang paling jelas itu, karena kalau kamu sekarang pakai mudik rame-rame, sebenernya kamu tanpa sadar sudah membuat kemungkinan orang lain meninggal karena perilakumu atau kau sendiri," kata Luhut.

Selanjutnya, dia meminta agar seluruh masyarakat membuka perspektifnya secara luas. Jika tidak ingin korban Covid-19 kian bertambah, maka harus mengurungkan niatnya pulang ke kampung halaman.

"Jadi tergantung kita sekarang. Kalau tidak ada kesadaran itu, kita langsung tidak langsung bisa membantu jumlah orang meninggal itu bertambah, jumlah orang susah itu tambah," ujarnya.

Dia juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memberikan komentar yang dapat membuat keadaan bangsa semakin keruh. Menurut Luhut, seluruh negara mengalami dampak yang sama dengan Indonesia, yang diterpa virus corona.

"Jadi ini yang perlu kita sadari, jadi jangan terus cepat komentar-komentar yang menurut saya membuat tambah keadaan sulit. Kan seluruh dunia mengalami ini, bukan hanya Indonesia saja, dan semua juga mengalami dengan tekanan-tekanan luar biasa," ucapnya. []

Berita terkait
3 Partai di DPR Sepakat Kasih Gaji untuk Atasi Corona
3 anggota fraksi partai berbeda di DPR mengajak anggota dewan menyisihkan sebagian gajinya demi membantu atasi corona di Indonesia.
NasDem: Hentikan Keluar Masuk Manusia di Jabodetabek
Politisi NasDem Martin Manurung meminta pemerintah untuk segera menghentikan arus keluar masuk manusia dari wilayah Jabodetabek.
Jokowi Serius Bendung Imported Case Virus Corona
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia memiliki tantangan untuk menghentikan imported case virus corona (Covid-19).
0
Akibat Penunggu Pasien Tak Jujur di RSUP Sardjito
Akibat penunggu pasien di RSUP Sardjito Yogyakarta tidak jujur, akibatnya 53 tenaga medis harus menjalani tes swab.