UNTUK INDONESIA
Cegah Corona, Semarang Tiadakan CFD dan Tunda SNC
Kota Semarang akhirnya meniadakan kegiatan yang bersifat massal, seperti CFD dan SNC. Virus corona menjadi penyebabnya.
Kegiatan Semarang Night Carnival (SNC) 2018. Kota Semarang memutuskan untuk menunda gelaran SNC 2020 dan meniadakan car free day Simpanglima guna mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang - Pemerintah Kota Semarang akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak kota lain yang membatalkan sejumlah kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah ini bagian dari antisipasi mencegah meluasnya penyebaran virus corona.  

Terbaru, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengumumkan kegiatan car free day (CFD) yang biasa digelar tiap hari Minggu pagi di kawasan Simpanglima. 

"Iya Mas, keputusan akhir begitu," kata wali kota yang akrab disapa Hendi ini kepada Tagar, Sabtu, 14 Maret 2020.

Sebelumnya, saat diwawancarai pada Jumat malam, 13 Maret 2020, Hendi menyatakan kegiatan CFD tetap digelar meski sejumlah kota lain seperti Surabaya dan Solo mengambil kebijakan meniadakan kegiatan yang sifatnya menjadi perhatian publik. 

Iya Mas, keputusan akhir begitu.

Bahkan di ajang CFD Simpanglima, Minggu besok, 15 Maret 2020, Hendi dan jajaran Dinas Kesehatan sudah merencanakan mengadakan sosialisasi seputar virus corona berikut pencegahan penularannya.

"CFD di Semarang mah jalan terus, malah bisa dipakai untuk sosialisasi mencegah virus corona, untuk olahraga supaya badan jadi sehat. (Warga) tidak perlu pakai masker kalau sehat, masker dipakai kalau lagi flu atau tidak sehat," ucapnya tadi malam.

Kepastian peniadaan CFD Simpanglima juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Endro P Martanto. Dalam informasinya, Endro mengatakan mulai hari Minggu, 15 Maret 2020, CFD ditiadakan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

"Setelah berkoordinasi dengan para stakeholder, dengan mempertimbangkan imbauan pemerintah serta instruksi Wali Kota Semarang maka sebagai tindakan preventif terhadap penyebaran Covid-19 dan mengedepankan keselamatan, kesehatan pengunjung CFD Simpanglima serta sebagai bentuk kepedulian atas merebaknya wabah Covid-19," ucap dia lewat pesan singkat WhatsApp.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengumumkan penundaan ajang tahunan Semarang Night Carnival (SNC) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ajang promosi potensi wisata Semarang bertaraf internasional ini sedianya digelar pada 30 Maret mendatang.

"Berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin masif, guna mengurangi kontak dalam kegiatan atau aktivitas yang mengundang kerumunan massa, serta memperhatikan dan melaksanakan arahan pimpinan, kami sampaikan bahwa Semarang Night Carnival 2020 Kemilau Nusantara ditunda pelaksanaannya sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, dan akan diumumkan lebih lanjut," tuturnya.

Iin, sapaan akrab Indriyasari, menuturkan persiapan SNC sudah dilakukan jauh hari. Workshop dan pelatihan sudah kerap digelar untuk mematangkan kegiatan itu. "Tapi lebih baik mundur, kami akan mencari waktu disaat kondisi yang lebih nyaman untuk masyarakat," ujar dia. 

Diketahui, Kota Solo dan Surabaya, Jawa Timur telah mengumumkan peniadaan sejumlah kegiatan seni dan budaya atau kegiatan lain yang mengumpulkan orang banyak. Kebijakan Solo diambil setelah ada satu pasien positif corona yang meninggal dunia. Sementara di Surabaya, sebagai antisipasi meluasnya penyakit tersebut, seperti Semarang. []

Baca juga: 

Berita terkait
Solo Berstatus Kejadian Luar Biasa Virus Corona
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menetapkan Solo dalam status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona (Covid-19).
Waswas Covid-19, Pemkot Surabaya Meniadakan CFD
Pemkot Surabaya meniadakan CFD setelah mendapatkan masukan dari tim dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mengurangi kegiatan pengumpulan massa.
Cegah Corona, Anies Liburkan Sekolah Selama 2 Pekan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan.
0
500 TKA Ingin ke Sultra, PKS: Tak Peka Batin Rakyat
Anggota DPR Sukamta menilai pemerintah tidak mengerti kepekaan batin pada rakyat di masa pandemi Covid-19, dengan niat TKA China kerja di Sultra