Catur Menghidupkan Semangat Muda-mudi Miskin di Kenya

Di salah satu permukiman di Ibu Kota Kenya sebuah kelompok memanfaatkan catur untuk membantu mentransformasi kehidupan anak-anak muda
Seorang anak laki-laki menggerakkan bidak catur saat bermain di istana komunitas di Makoko, Lagos, Nigeria, 5 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Lebih dari separuh warga Ibu Kota Kenya tinggal di permukiman kumuh, di mana sebagian anak mudanya terjerumus dalam narkoba dan kriminalitas. Di salah satu permukiman, sebuah kelompok memanfaatkan catur untuk membantu mentransformasi kehidupan anak-anak muda.

Sarah Momanyi adalah pemain catur di Mukuru Kwa Njenga, permukiman tidak resmi di Kenya. Remaja 15 tahun ini sudah jadi pecatur handal, tapi awal perjalanannya tidak mudah.

"Waktu pertama kali main catur, sulit karena saya anak perempuan satu-satunya, dan nenek saya tidak pernah mendukung saya, karena bermain melawan laki-laki. Sulit sekali," ujar Momanyi.

Lima tahun lalu, kementerian olahraga memperkenalkan catur kepada warga disini, untuk menjauhkan anak-anak muda dari narkoba dan kriminalitas.

pusat pelatihan catur di kenyaPusat pelatihan catur di Nairobi, Kenya (Foto: voaindonesia.com - Courtesy/Mavens Education & Chess Centre)

Setiap Sabtu, mereka latihan selama lima jam. Momanyi dan pemuda pemudi lain mengasah keterampilan dan strategi dalam bermain catur.

Inisiatif ini diikuti sekitar 800 murid dari berbagai sekolah di Mukuru Kwa Njenga, wilayah yang berpenduduk setengah juta orang.

Josephat Owila adalah instruktur catur nasional dan kepala pelatih Kementerian Olahraga. "Secara sosial, mereka bagus karena bisa bergaul dengan orang lain dalam masyarakat dan juga di sekolah masing-masing. Mereka performanya bagus, berpikir kritis dan juga kreatif."

John Mukabi, kepala Persatuan Catur Kenya, mengatakan kepada VOA cabang olahraga ini menghadapi tantangan di negara Afrika itu. "Bagi permukiman tidak resmi, seperti disini di Mukuru Kwa Njenga, mereka tidak punya internet, mereka perlu laptop dan lain-lain dan juga papan catur."

Meski demikian, para pemuda ini tak patah semangat. Begitu pula Momanyi, yang terus latihan setiap hari dan bercita-cita sebagai seorang grand master (vm/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
RefuSHE Bantu Perempuan dan Anak-anak Pengungsi Kenya
Kelompok bantuan yang didanai Amerika, RefuSHE, menawarkan program pembelajaran bagi perempuan dan anak perempuan pengungsi di Kenya, Afrika
0
Catur Menghidupkan Semangat Muda-mudi Miskin di Kenya
Di salah satu permukiman di Ibu Kota Kenya sebuah kelompok memanfaatkan catur untuk membantu mentransformasi kehidupan anak-anak muda