Cara Tokopedia Menjawab Tantangan Distribusi dan Logistik di Indonesia

TokoCabang memungkinkan pembeli di seluruh Indonesia mendapatkan lebih banyak pilihan barang yang diterima lebih cepat dengan ongkir lebih murah.
TokoCabang Tokopedia. (Foto:Tagar/Tokopedia)

Jakarta – Indonesia memiliki ribuan pulau, sehingga sektor logistik memiliki tantangan sangat berat di wilayah ini, di mana biaya dan durasi pengiriman belum merata antara satu pulau dengan pulau lainnya.

Pemerintah pun menyadari pentingnya sistem logistik. Terkait hal itu, melalui Perpres No.26 Tahun 2012, Pemerintah ingin mengembangkan Sistem Logistik Nasional dengan mewujudkan sistem logistik yang terintegrasi, efektif dan efisien untuk meningkatkan daya saing nasional di pasar regional dan global, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adanya TokoCabang memungkinkan pembeli di berbagai daerah di Indonesia bisa mendapatkan lebih banyak pilihan barang yang dapat diterima lebih cepat dan dengan ongkos kirim lebih murah.

Terkait biaya, para pembeli dari pulau-pulau kecil di Indonesia kerap memilih untuk berbelanja online dari penjual di Tiongkok lantaran dirasa lebih hemat dalam hal ongkos kirim. Hal ini, sudah pasti mengancam keberlangsungan pebisnis lokal di Tanah Air, utamanya para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Disinilah perusahaan teknologi berperan sangat penting, terutama marketplace dalam memastikan distribusi barang merata ke seluruh pelosok negeri guna mencapai pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Sistem logistik yang ditawarkan e-commerce terbukti dapat mempermudah UMKM menjalankan operasionalnya serta meningkatkan daya saing mereka terutama dalam melawan arus perdagangan bebas yang terus mengikis UMKM lokal.

Untuk terus membantu UMKM mengembangkan bisnisnya sekaligus memperkokoh perekonomian Indonesia, Tokopedia hadir dengan sederet strategi bisnis untuk mendorong pemerataan logistik di Tanah Air salah satunya lewat inovasi gudang pintar TokoCabang.

TokoCabang merupakan layanan terintegrasi mulai dari penyimpanan, pengepakan, hingga pengiriman barang melalui berbagai mitra logistik atau biasa dikenal sebagai layanan fulfillment yang bertujuan menghapus hambatan operasional penjual dalam urusan logistik dan pemenuhan pesanan.

“Adanya TokoCabang memungkinkan pembeli di berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak pilihan barang yang dapat diterima lebih cepat, dengan ongkos kirim lebih murah,” tutur Head of Fulfillment Tokopedia, Erwin Dwi Saputra seperti dikutip Tagar dari laman Tokopedia.com, Minggu, 16 Mei 2021.

Erwin Dwi SaputraHead of Fulfillment Tokopedia, Erwin Dwi Saputra. (Foto:Tagar/Ist)

Inovasi yang telah ada sejak 2019 ini, memungkinkan pedagang untuk menyimpan produk di jaringan gudang pintar TokoCabang. Dengan memanfaatkan layanan ini, para penjual bisa menyerahkan proses pemenuhan pesanan mereka kepada tim TokoCabang. Sehingga para penjual bisa lebih fokus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan bisnis.

“Dengan layanan pemenuhan pesanan yang profesional, pemilik toko kini tidak perlu lagi pusing memikirkan isu operasional pemenuhan pesanan, apalagi ketika menghadapi kenaikan pesanan,” sebut Erwin.

“Layanan TokoCabang akan membantu siapa pun untuk bisa mengembangkan bisnisnya dengan lebih mudah. Hal ini membuat kami selangkah lebih dekat dalam mewujudkan misi besar untuk Indonesia, yaitu pemerataan ekonomi secara digital,” sambungnya.

TokoCabangIlustrasi Gudang Pintar TokoCabang. (Foto:Tagar/Ist)

Dengan menggunakan layanan TokoCabang, para penjual di Tokopedia juga mempunyai akses terhadap fitur manajemen inventaris dan analisis. Fitur ini, dapat memberi gambaran umum tentang informasi terkait barang, seperti jenis barang yang tersedia di gudang, lama penyimpanan, dan dari kota mana pesanan berasal.

“Sehingga, para penjual dapat dengan mudah menyesuaikan penawaran dan permintaan dengan mengalokasikan barang di gudang terdekat dengan tempat tinggal konsumen. Sedangkan bagi konsumen, TokoCabang punya tujuan sangat sederhana yakni memberi pengalaman logistik yang merata di seluruh Indonesia dengan memungkinan pembeli mendapatkan barang secara lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau.”

TokoCabang menjadi solusi di masa pandemi untuk mengatasi tantangan logistik mereka. Seiring dengan itu, pesanan yang diproses oleh TokoCabang juga telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal pertama tahun 2020. Kini gudang pintar TokoCabang juga sudah beroperasi di 6 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Makassar dan Medan.

Layanan TokoCabang mampu mengimbangi permintaan dari marketplace yang melambung tinggi selama pandemi, terlepas dari berbagai kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 yang dapat menghambat operasional bisnis.

“Kami ingin mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia melalui teknologi agar para konsumen mendapatkan pesanan mereka lebih cepat. Di sisi lain, kami juga ingin memberdayakan penjual dengan memberitahu mereka tentang peluang bisnis selanjutnya,” tegas Erwin saat diwawancara Tech in Asia belum lama ini.[]

Berita terkait
Tak Diregulasi dengan Baik, Marketplace Cross-Border Bisa Rugikan UMKM
Aplikasi e-commerce lintas negara atau cross-border dikhawatirkan merugikan UMKM sekaligus perekonomian Indonesia.
Program Bangkit Kemdikbud, Google, Gojek, Tokopedia Dimulai
Program Bangkit hasil dari kerja sama Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Google, Gojek, Tokopedia, Traveloka dan universitas telah resmi dibuka.
NCT 127 dan NCT U Siap Tampil di Program Tokopedia WIB
Grup boyband K-Pop NCT 127 dan NCT U bakal menyapa para penggemar mereka di Indonesia dalam acara televisi bertajuk Tokopedia WIB.
0
Dewas KPK Pecat Penyidik Robin Terkait Suap Tanjung Balai
Dewan Pengawas KPK memecat penyidik Stepanus Robin Pattuju karena terbukti berhubungan dengan perkara Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.