UNTUK INDONESIA
Cara Mudah Bikin Masker dari Dokter Cegah Corona
Dokter menyarankan agar warga mampu membuat masker sendiri dan tidak perlu khawatir ketika masker mulai kosong.
Beberapa masker kesehatan langka di banyak apotek di Yogyakarta (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Aceh Barat Daya – Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang dikabarkan sudah merebak ke Indonesia mengakibatkan permintaan masker melonjak tinggi akibatnya di beberapa daerah dan sejumlah apotek mulai mengalami kelangkaan bahkan kosong karena alat penutup hidung dan mulut itu habis diburu pembeli.

Menurut informasi yang dihimpun Tagar, krisis masker juga dirasakan masyarakat beberapa kabupaten/kota termasuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Apotek dan swalayan di kabupaten ini sejak awal Januari tahun 2020 mengalami kekosongan masker ditingkat distributor.

Masker biasa itu, bukan masker yang efektif untuk mencegah tertularnya virus corona.

Dijumpai Tagar, Dokter spesialis penyakit dalam pada Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, dr Suherdy mengatakan permasalahan kelangkaan masker yang terjadi akhir-akhir ini sebenarnya tidak perlu khawatir, sebab masih ada masker rumahan yang dinilai lebih efektif untuk mencegah penyakit beragam penyakit menular termasuk Virus Corona. 

“Masker biasa itu, bukan masker yang efektif untuk mencegah tertularnya virus corona dan penyakit menular lainnya, sebab, bukan masker yang memiliki standar khusus seperti masker N-95,” kata dr Suherdy kepada Tagar, Kamis, 5 Maret 2020 sore di Abdya.

Suherdy yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Abdya menambahkan bahwa sebenarnya masker rumahan sangat mudah dibuat dan bahan yang dipakai tidak begitu sulit untuk dicari.

“Bahannya mudah, prinsipnya sama saja untuk pencegahan, tapi cari kain katun yang pori-porinya sangat kecil dan yang paling penting, harus ada lipitan yang dapat melebar saat dipakai untuk menutup dari atas hidung hingga dagu,” ujar Suherdy.

Cara membuatnya, lanjut Suherdy, bisa mencontoh bentuk masker yang biasa didapat masyarakat di apotek. Sehingga dia menilai tidak perlu panik tentang kelangkaan masker, karena ada masker rumahan yang mudah dibuat dan bisa dipakai berulang-ulang setelah dicuci bersih. “Jadi buat apa panik, kalau masih ada cara lain,” sebutnya.

Masker, kata dia, sebenarnya memiliki standar tersendiri, dan masker rekomendasi dari dokter adalah masker N-95, bukan masker yang biasa dijual dengan harga Rp 1.500 satu lembar. Masker N-95 memang sudah direkomendasi oleh pabrik pembuat karena sudah melalui pengujian sehingga dinilai efektif untuk pencegahan. “Sebenanya masker N-95 ini juga tidak menjamin, ini hanya untuk pencegahan saja,” ujarnya.

Kemudian supaya tidak terjangkit penyakit menular termasuk Virus Corona adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kekebalan tubuh yakni dengan meningkatkan imunitas, makan makanan yang cukup serat, istirahat yang cukup, minum vitamin, makan buah dan maka sayur serta olahraga.

“Kalau kekebalan tubuh rendah maka sangat mudah terjangkit meski sudah pakai masker,” katanya. []

Berita terkait
Polisi Aceh Razia Toko dan Apotek Penimbun Masker
Polresta Banda Aceh, Aceh mulai mengantisipasi penimbunan masker pasca munculnya dua orang yang positif virus corona di Indonesia.
Stok Kosong, BPBK Abdya Aceh Butuh 10 Ribu Masker
Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya kekosongan stok masker saat ini.
Stok Masker di Puskesmas Abdya Aceh Cukup Tiga Bulan
Dinkes Abdya Aceh memastikan stok masker untuk seluruh Puskesmas aman hingga bulan Mei 2020 mendatang.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.