UNTUK INDONESIA
ByteDance Tak Akan Jual Algoritme TikTok
ByteDance, perusahaan induk TikTok menegaskan tidak akan menjual atau mentransfer algoritme aplikasi berbagi video pendek itu.
Logo TikTok. (Foto: Kon Karampelas/Pixabay)

Jakarta - ByteDance, perusahaan induk TikTok menegaskan tidak akan menjual atau mentransfer algoritme aplikasi berbagi video pendek itu dalam kesepakatan penjualan atau divestasi apa pun, menurut sebuah sumber.

Sumber itu menyebutkan bahwa dengan tenggat waktu yang diberikan Amerika Serikat yang membayangi ByteDance untuk menjual operasional TikTok di AS, sumber itu berkata,"Mobil itu bisa dijual, tapi bukan mesinnya."

Aplikasi TikTok dapat menjadi gelap bagi pengguna Amerika setelah batas waktu divestasi Selasa ini.

Baca Juga: Donald Trump: Tak Ada Perpanjangan Waktu untuk TikTok 

Kepada portal South China Morning Post, Senin, 14 September 2020, sumber itu menyebutkan bahwa perusahaan (ByteDance) tidak akan membagikan kode sumber kepada siapa pun pembeli AS. "Namun, tim teknologi TikTok di AS dapat mengembangkan algoritme baru," kata sumber itu.

Menurutnya, ByteDance telah memberi tahu otoritas AS dan calon penawar tentang keputusan tersebut. Jika Presiden Donald Trump menolak ketentuan tersebut, operasional TikTok di AS tidak akan dijual

"Aplikasi tersebut dapat menjadi gelap bagi pengguna Amerika setelah batas waktu divestasi Selasa ini," kata sumber itu lagi.

Sebelumnya Pemerintahan Trump telah memberikan ByteDance batas waktu hingga 15 September untuk menjual operasi TikTok di AS atau ditutup di Amerika Serikat.

Sumber tersebut menambahkan, kondisi "tanpa algoritme" sekarang menjadi dasar untuk setiap diskusi penjualan atau restrukturisasi TikTok, menyusul pengenalan kontrol ekspor baru pemerintah China.

Pemerintah Tiongkok memperbarui daftar kendali ekspor teknologinya dua minggu lalu, membutuhkan izin resmi untuk teknologi seperti algoritma TikTok untuk dikirim ke luar negeri.

Simak Pula: Pemilik TikTok Lakukan Pembicaraan dengan AS

ByteDance mengatakan akan secara ketat mematuhi peraturan China. Ada beberapa dukungan di Beijing untuk mengecualikan algoritme dari penjualan TikTok. Sumber pemerintah, yang terlibat dalam pengaturan ByteDance tetapi tidak terlibat langsung dalam kontrol ekspor teknologi, mengatakan kepada South China Morning Post awal bulan ini bahwa ByteDance dapat menjual semua TikTok kecuali algoritme. []

Berita terkait
Indonesia Negara Pengunduh TikTok Terbanyak Dunia
TikTok berhasil meraih unduhan tertinggi di App Store dan PlayStore dengan jumlah 63,3 juta unduhan dalam sebulan.
Pendapatan Global TikTok Anjlok Agustus 2020
Pendapatan global aplikasi TikTok pada Agustus 2020 mengalami penurunan atau anjlok 14 persen dari bulan sebelumnya.
Bermasalah di India, SoftBank Akan Akusisi TikTok?
Grup SoftBank dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan Reliance Jio dan Bharti Airtel untuk mengakuisisi TikTok di India.
0
Infografis: Tragedi Pembunuhan Rangga Bocah Asal Aceh Timur
Komentar para tokoh terkait kasus pembunuhan terhadap bocah asal Aceh Timur bernama Rangga.