Butuh Psikolog, KPAI Bakal Temui Anies Baswedan

KPAI mendorong rencana menyediakan satu pskiolog untuk satu sekolah. Untuk itu mereka akan menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti di kantor Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 30 Januari 2020. (foto: Tagar/R. Fathan).

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta agar menyediakan satu orang psikolog di tiap-tiap sekolah. Mereka akan memberikan pemaparan hal ini kepada Gubernur Anies Baswedan.

Anggota Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti menilai rencana penempatan psikolog di satu sekolah harus dilakukan, agar para pelajar dapat diawasi kesehatan mental dan kejiwaannya.

Psikolog ini bisa membantu para guru yang menghadapi masalah. Jadi penting lah satu psikolog satu sekolah.

"Kita akan paparan nanti kepada Gubernur (Anies) dan DPRD untuk memengaruhi kebijakan ini, mendorong supaya ada (psikolog)," ujar Retno Listyarti di kantor KPAI Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2020.

Retno beranggapan kehadiran seorang psikolog di tiap sekolah nantinya tidak hanya membantu murid-murid yang memiliki permasalahan, tetapi juga diperuntukkan kepada para guru.

"Psikolog ini bisa membantu para guru yang menghadapi masalah. Jadi penting lah satu psikolog satu sekolah. Kalau DKI saya yakin bisa, dengan lebih dari Rp 70 triliun anggaran, itu pasti mampu membayar," ucapnya.

Kendati demikian, Retno memaklumi apabila dikemudian hari tidak semua sekolah dapat terjangkau rencana ini. Namun, setidaknya Pemerintah Provinsi DKI dapat memulai kehadiran psikolog dari tingkat Sekolah Dasar (SD).

"Maunya sih semua sekolah swasta juga didukung, tapi andaikan untuk awal ya sekolah negeri. Kalau masih sulit, paling tidak memulai dari SD," katanya. []

Berita terkait
KPAI: Sekolah Negeri Banyak Diisi Anak Keluarga Kaya
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan sekolah negeri banyak diisi anak dari keluarga kaya. Apa penyebabnya?
KPAI: Anak Sekolah Jangan Terprovokasi Aksi Mujahid 212
KPAI tidak ingin pelajar terprovokasi narasi jihad dalam ajakan demonstrasi seperti Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI di Jakarta, 28 September 2019.
KPAI 'Mencium' Ada Aktor Intelektual di Demo Pelajar
KPAI mencium dugaan ada aktor intelektual yang memobilisasi ratusan pelajar setingkat SMA demo di depan DPR. Polri diminta usut.