Buka Payung di Rumah Bisa Disambar Petir, Mitos Atau Fakta?

Ketika Anda membuka payung di rumah, disebut pamali karena dipercaya bisa tiba-tiba disambar petir. Mitos atau fakta ya?
Membuka payung di rumah, disebut pamali karena dipercaya bisa tiba-tiba disambar petir. (Foto: evil.wikia.com)

Jakarta - Kata 'pamali' biasanya muncul dari omongan orangtua. Biasanya bersifat menjaga atau mengatur seseorang agar terlepas dari marabahaya. Salah satu contohnya ketika Anda membuka payung di rumah, disebut pamali karena dipercaya bisa tiba-tiba disambar petir.

Namun, apakah benar membuka payung di rumah bisa seketika memicu sambaran petir?

Pamali atau tabu masih tumbuh subur di pedesaan atau dalam masyarakat yang sistem budayanya masih kental. Dijadikan alasan untuk tidak melakukan sesuatu, atau menjadi pegangan seseorang berhati-hati dalam bertindak.

Namun begitu, pamali di tiap wilayah tidak dapat disamaratakan. Ada yang berbeda ada yang hampir mirip.

Cerita Kalinampu Bantul (5)Payung-payung yang disewakan kepada pengunjung tempat wisata Kalinampu Natural Park, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Senin, 2 November 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Menariknya, pamali berkaitan payung ini tak hanya ada di Indonesia, tabu tentang pemakaian alat pencegah basah kuyup ketika hujan ini ada di belahan dunia lain.

Di Mesir kuno sekitar 1200 SM, membuka payung di dalam rumah atau ruangan disebut akan membuat marah Dewa Matahari dan memicu munculnya kejadian negatif.

Dikutip dari laman Readers Digest, itu terjadi ketika bangsawan Mesir masih banyak yang menggunakan payung untuk melindungi diri dari sinar Matahari. Payung yang mereka kenakan ketika itu terbuat dari bulu merak dan papirus. Saat itu, payung dilarang dikenakan di dalam ruangan.

cuaca ekstremIlustrasi wanita memakai payung ketika hujan deras. (Foto: pixabay.com)

Baca juga:

Meneruskan laporan HowStuffWorks, pamali juga terjadi ketika masa Nut, Dewi Langit.

Payung pada awal kemunculannya Mesir kuno era Nut disebut sebagai bagian dari ritual atau barang istimewa untuk menghormati bumi. Memakai payung dinilai untuk melindungi bumi. Maka dari itu bayangan merupakan hal yang suci ketika itu.

Di era modern, anggapan orang menggunakan payung di dalam rumah bisa menimbulkan kejadian buruk seperti misalnya tiba-tiba disambar petir sampai saat ini belum ditemukan kasusnya.

Biasanya orang yang memakai payung di dalam ruangan untuk menepis cahaya atau sinar matahari yang menembus kaca ke dalam rumah.

Meski begitu, pamali berkaitan buka payung di rumah ini tidak dapat dinyatakan benar atau salah. Kenyataannya pamali itu masih subur dipakai di dunia.

Berita terkait
Sering Pakai Topi Bisa Bikin Rambut Botak, Mitos atau Fakta?
Topi dipakai untuk pelengkap penampilan. Namun ada anggapan sering memakainya memicu kebotakan pada rambut. Mitos atau fakta ya?
Ibu Terinfeksi Lahirkan Bayi Positif Corona, Mitos Atau Fakta?
Apakah ada keterkaitan antara ibu hamil positif virus corona melahirkan anak terinfeksi Covid-19?
Manfaat Air Ludah Sembuhkan Luka Basah, Mitos Atau Fakta?
Mengoleskan luka basah dengan air ludah atau air liur telah turun temurun diwariskan generasi lampau.
0
Indonesia Kembangkan Industri Hijau Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sedang mengembangkan industri hijau terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan Utara sesuai visi RI.