UNTUK INDONESIA
Budaya Salaman Haruskah Ditinggalkan di Masa Corona?
Budaya salaman atau salim yang dilakukan dengan membungkuk kemudian mencium tangan apakah harus ditinggalkan di tengah wabah virus corona?
Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kiri) mencium tangan Ibu Sinta Nuriyah Wahid (kanan) saat berkunjung ke Ciganjur, Jakarta, Senin (10/9). Kedatangan Sandiaga Uno ke kediaman keluarga Gus Dur itu untuk bersilaturahmi. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta - Budaya salaman atau salim yang dilakukan dengan membungkuk kemudian mencium tangan tidak serta merta harus ditinggalkan menyusul masuknya wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Dokter spesialis paru dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Erlina Burhan Sp.P(K) menyebutkan keputusan tidak salaman untuk mencegah perpindahan kuman dan virus hanya cocok dilakukan di wilayah asal muasal corona.

"Kasus di kita baru dua, bukan seperti di Wuhan puluhan ribu orang terjangkit yang barangkali bersalaman tidak dianjurkan," kata Erlina yang tergabung sebagai Satgas Covid-19 di kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2020, dilansir dari Antara.

Dia menilai budaya salaman atau salim yang telah mengakar di Indonesia masih bisa dilakukan lantaran belum terjadi gelombang wabah corona dengan lonjakan kasus mencapai ribuan.

Cuci tangan pakai sabun yang murah dan air mengalir juga bisa membunuh virus.

Namun, dia menegaskan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir untuk membunuh virus penting dilakukan secara rutin. Terlebih bagi para guru di sekolah dan pesantren yang biasanya bersalaman dengan cara siswa atau santri mencium tangan pengajar.

Erlina mengatakan masyarakat tidak harus panik memborong masker maupun hand sanitizer untuk menyikapi pencegahan, setelah dua warga Depok, Jawa Barat terinfeksi virus corona di Jakarta. Menurut dia, masyarakat hanya perlu menjaga tangannya tetap bersih sehingga tidak bergantung kepada hand sanitizer. "Cuci tangan pakai sabun yang murah dan air mengalir juga bisa membunuh virus," ujarnya.

Dia juga menegaskan pemakaian masker hanya untuk orang sakit sementara orang yang sehat lebih dianjurkan untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

Erlina menjelaskan virus corona yang bagian luarnya memiliki lapisan lemak akan terganggu dengan detergen saat mencuci tangan sehingga merusak susunan virus dan membuatnya mati.

Seperti diketahui, imbauan untuk tidak bersalaman demi mencegah tertular corona lewat perpindahan kuman dan virus dari tangan ke tangan ramai di media sosial. Akibat dari ramainya efek imbauan tersebut banyak masyarakat memilih meninggalkan budaya bersalaman atau salim ketika bertemu dengan orang lain.

Sementara masuknya virus corona di Tanah Air diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Kala itu, Jokowi mengatakan dua warga Depok positif terinfeksi virus corona di Jakarta. Penularan diduga berasal dari interaksi dengan warga negara asing (WNA) asal Jepang yang sempat masuk ke wilayah Indonesia.

"Ternyata orang (WNA Jepang) yang terkena virus Corona berhubungan dengan 2 orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan pesta dansa bersama WNA asal Jepang menjadi pemicu awal warga Depok terinfeksi virus corona. Pesta tersebut digelar di Club Paloma, Kemang, Jakarta Selatan.

"Saya kalau wilayah enggak tahu. Tapi, itu namanya Club Paloma. Ini baru di tracking sama Dinas Kesehatan," kata Terawan usai melihat dua warga Depok yang diisolasi di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara pada Senin, 2 Maret 2020. []

Berita terkait
Protokol Indonesia Tangani Corona: Awasi 135 Pintu
Indonesia sedang menyusun protokol penanganan virus corona. Salah satunya bakal mengawasi 135 pintu masuk di wilayah perbatasan.
Istana Perintahkan Polisi Setop Aksi Borong Sembako
Aksi borong sembako di sejumlah pusat perbelanjaan bakal disetop. Istana akan memerintahkan polisi mengatasi aksi tersebut.
Panic Buying di Ritel, Warga: Hanya Belanja Bulanan
Pusat perbelanjaan diserbu masyarakat (panic buying) belanja kebutuhan pokok menyusul Jokowi umumkan 2 orang Indonesia positif corona.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.