UNTUK INDONESIA

BPJamsostek Bukittinggi Siap Tingkatkan Pelayanan Tahun 2021

Berkaca dari capaian prestisius yang ditorehkan di tahun 2020 secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi siap meningkatkan pelayanan.
Kanal pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi di Mal Pelayanan Publik. (Foto: Tagar/Yori Pratama)

Bukittinggi - Kepala Cabang BPJamsostek Bukittinggi, Ocky Olivia mengaku optimistis pihaknya dapat menggenjot peningkatan kualitas pelayanan tahun ini. Hal itu tidak terlepas berkaca dari capaian prestisius yang ditorehkan BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2020 secara nasional.  

"BPJamsostek Bukittinggi siap melayani semua peserta dengan sepenuh hati. Kami berharap semua pekerja yang ada di wilayah kerja Cabang Bukittinggi segera tergabung sebagai peserta agar mendapat manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan," harap Ocky diwawancara Tagar, Selasa, 19 Januari 2021.

Menurut keterangan pers yang dirilis secara nasional, sepanjang tahun 2020, penerimaan iuran BPJamsostek tercacat sebesar Rp 73,31 triliun. Hal itu terbilang fantastis merunut adanya implementasi PP 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), serta penangguhan Program Jaminan Pensiun (JP) sebesar 99 persen. 

"Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp486,38 triliun pada akhir Desember 2020," kata Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto, Senin, 18 Januari 2021. 

Dari sektor kinerja kepesertaan, BPJamsostek juga berhasil mencatatkan total 50,72 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta hingga akhir Desember 2020. 

"Hasil ini merupakan pencapaian yang positif untuk mengakhiri tahun 2020, meski dengan kondisi pandemi Covid-19 yang juga tidak kalah menantang bagi peningkatan kepesertaan," kata Agus. 

Pada periode yang sama, BPamsostek juga mencatatkan telah mencakup sebesar 683,7 ribu perusahaan sebagai peserta atau pemberi kerja.

"Walaupun banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat berkurangnya pendapatan usaha sebagai dampak dari pandemi Covid-19, BPJamsostek tetap dapat melakukan akuisisi peserta sebanyak 17,4 juta untuk tahun 2020," jelas Agus. 

Meski demikian, dirinya mengaku lonjakan klaim JHT imbas dari PHK tidak bisa dihindari. Sepanjang tahun 2020, pembayaran klaim atau jaminan yang dikucurkan BPJamsostek mengalami peningkatan sebesar 20,01 persen atau mencapai Rp36,5 triliun. 

Rinciannya, klaim untuk Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 33,1 triliun untuk 2,5 juta kasus, Jaminan Kematian (JKm) sebanyak 34,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,35 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 221,7 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 1,55 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 97,5 ribu kasus dengan nominal sebesar Rp 489,47 miliar.

“Tentunya kami akan selalu optimis dengan tetap waspada terhadap tantangan-tantangan yang mungkin akan muncul di depan, seperti dengan mewujudkan transformasi digital berkelanjutan. Tahun 2021 ini harus bisa dijadikan titik balik pulihnya perekonomian Indonesia setelah didera pandemi. BPJamsostek siap mendukung upaya ini agar perlindungan menyeluruh pekerja Indonesia dapat segera terwujud”, pungkasnya.[]

Berita terkait
BPJamsostek Hadir di Mal Pelayanan Publik Bukittinggi
Guna memperluas cakupan layanan peserta, BPJamsostek kini hadir di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bukittinggi.
Masalah-masalah Ruwet dan Kinerja Merosot BPJS Kesehatan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi sorotan karena kinerja yang terus merosot, ditandai dengan defisit tanpa jalan keluar.
Dugaan Korupsi di BPJS Tenagakerja Mencapai Triliunan Rupiah
Fantastik, dugaan korupsi di BPJS Tenagakerjaan mencapai triliunan rupiah. Ini yang dilakukan Kejagung.
0
BPJamsostek Bukittinggi Siap Tingkatkan Pelayanan Tahun 2021
Berkaca dari capaian prestisius yang ditorehkan di tahun 2020 secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi siap meningkatkan pelayanan.