UNTUK INDONESIA
Bolehkah Suami Istri Berhubungan Saat Wabah Corona?
Penyebaran virus corona Covid-19 berlangsung cepat di 189 negara di dunia membuat cemas. Apa boleh suami istri berhubungan saat wabah corona?
Ilustrasi - Suami Istri. (Foto: Pixabay/sasint)

Jakarta - Pakar Kesehatan dr. Vito Anggarino Damay mengatakan suami istri boleh melakukan 'hubungan' walaupun dalam situasi pandemi corona Covid-19 saat ini. Dengan catatan, keduanya sehat. Menurutnya, justru saat ini momen tepat bagi setiap pasangan untuk meningkatkan kualitas hubungan.

"Boleh berhubungan pastinya. Justru di tengah kampanye stay at home ini kesempatan bagi pasangan suami istri punya waktu berkualitas. Saling mengenal, menguatkan. Hubungan suami istri tentu adalah bagian dari hal tersebut," kata Vito Anggarino Damay saat dihubungi Tagar, Kamis, 26 Maret 2020.

Suami istri tidak boleh melakukan 'hubungan' apabila satu di antaranya terjangkit virus corona. Kalau dilakukan, proses penularan virus tersebut akan terjadi. Pasangan harus memastikan sama-sama dalam keadaan sehat dan bugar.

"Kalau pasien Covid-19 pasti jangan berhubungan seks, kan nanti menular. Pastikan dua-duanya dalam keadaan sehat dan fit. Kalau salah satunya sakit ya jangan," tutur Vito.

Vito mengingatkan pasangan suami-istri harus memperhatikan keadaan tubuh masing-masing. Apabila merasakan gajala sakit mirip gejala Covid-19 harus segera bertindak cepat untuk mengisolasi diri.

Pastikan dua-duanya dalam keadaan sehat dan fit.

"Sakit itu maksudnya demam atau kurang enak badan. Apalagi kalau disertai gejala yang sering pada Covid-19, demam batuk-batuk dan sesak. Kalau dalam kondisi seperti itu juga rasanya orang enggak akan mood untuk berhubungan seksual," ujarnya.

Bagi pasangan yang satu di antaranya ada keduanya masih melakukan kegiatan di luar rumah, agar mandi keramas sebelum 'berhubungan'. Mandi keramas untuk memastikan tidak ada virus menempel di tubuh.

"Sebelum berhubungan seks. kalau pasangan masih harus kerja di luar, ingat untuk mandi keramas yang bersih agar tidak membawa penularan penyakit ke pasangannya," kata Vito.

Saat ini hampir di seluruh negara di dunia telah ditemukan kasus pandemi virus corona Covid-19. Sebanyak 186 negara melaporkan warganya terinfeksi virus mematikan dari China itu.

Data dikutip dari www.worldometers.info/coronavirus, pada Rabu, 25 Maret 2020 hingga pukul 14.00 WIB, mencatat 423.469 kasus. 295.407 positif virus corona Covid-19 dengan angka kematian 18.909 jiwa dan dinyatakan sembuh 109.153 di seluruh dunia.

Di Indonesia, jumlah kasus telah mencapai 790 terkonfirmasi positif dengan perincian 701 dalam perawatan, 31 sembuh, 58 meninggal, data Kementerian Kesehatan hingga Rabu, 25 Maret 2020, pukul 15:30.

"Yakinlah pemerintah bekerja dengan keras dan siapa pun yang sedang melaksanakan isolasi atau masyarakat yang membutuhkan informasi silakan ada hotline di 119 ext. 9 dan di beberapa layanan online di Indonesia yang terkait dengan Covid-19," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020.

Indonesia menempuh kebijakan social distancing, menjaga jarak sosial. Anak-anak sekolah belajar di rumah. Pegawai negeri dan swasta bekerja di rumah. Acara-acara kelompok di ruang publik ditiadakan. Pemerintah membeli alat kesehatan dan obat-obatan di China. Semua dalam rangka menyembuhkan pasien corona, memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19. []

Baca juga:

Berita terkait
Apakah Berenang Bisa Menularkan Corona?
Corona membuat orang-orang menjadi cemas, khawatir terinfeksi virus yang tak terlihat oleh mata tersebut. Apakah berenang bisa menularkan corona?
Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan Corona?
Virus corona Covid-19 bisa bertahan di udara selama 3 jam, bisa menempel pada benda apa saja. Apakah gigitan nyamuk bisa menularkan corona?
Tata Cara Pernikahan di Tengah Wabah Corona
Orang-orang harus menjaga jarak sosial di tengah wabah corona Covid-19. Lantas, bagaimana calon pasangan yang memutuskan menikah dalam situasi ini?
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.