UNTUK INDONESIA
Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan Corona?
Virus corona Covid-19 bisa bertahan di udara selama 3 jam, bisa menempel pada benda apa saja. Apakah gigitan nyamuk bisa menularkan corona?
Ilustrasi - Nyamuk. (Foto: Pixabay/Ekamelev)

Jakarta - Pakar Kesehatan dr. Vito Anggarino Damay mengatakan hingga saat ini belum ada penelitian apakah virus corona Covid-19 dapat menular melalui gigitan nyamuk. Menurutnya kepastian penyebaran Covid-19 sangat efektif lewat droplet yang terpercik saat orang positif batuk hingga bersin, apalagi meludah.

"Belum ada laporan Covid-19 bisa menyebar dari gigitan nyamuk. Kalau menular lewat gigitan nyamuk berarti virus lewat darah atau lewat kulit penderita corona secara tidak langsung diperantarai nyamuk," kata Vito Anggarino Damay saat dihubungi Tagar, Sabtu, 21 Maret 2020.

Vito Anggarino mengatakan masyarakat harus waspada di tempat umum yang terdapat kerumunan orang. Sebab virus Covid-19 juga bisa bertahan di udara selama tiga jam.

"Pada dasarnya jalur utama penyebaran corona virus adalah droplet. Dan sekarang kemungkinan risiko lewat udara karena virus bisa bertahan 3 jam di udara," tuturnya.

Saat ini hampir di seluruh negara di dunia telah ditemukan kasus pandemi virus corona Covid-19. Lebih dari 100 negara sudah melaporkan warganya yang terinfeksi virus mematikan dari China itu.

Belum ada laporan Covid-19 bisa menyebar dari gigitan nyamuk.

Data dikutip dari www.worldometers.info/coronavirus, pada Sabtu, 21 Maret 2020 hingga pukul 14.30 WIB, mencatat 276.550 kasus positif virus corona Covid-19 dengan angka kematian 11.418 jiwa di seluruh dunia.

Berbagai negara bekerja keras mengupayakan penekanan penyebaran virus ini. Seperti Malaysia memberlakukan lockdown per 18 Maret 2020 hingga 14 hari kemudian. Hal serupa dilakukan Italia yang memiliki jumlah kematian paling banyak.

Di Indonesia, jumlah kasus telah mencapai 450 orang dinyatakan positif, di antaranya 20 pasien sembuh, dan 38 pasien meninggal. Ini data hingga Sabtu, 21 Maret 2020. Seperti diumumkan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo, di akun Twitter @aw3126.

Dari 17 provinsi yang ada di Indonesia terjadi peningkatan sebanyak 81 kasus pada Sabtu, 21 Maret 2020. Sebelumnya berjumlah 369 orang. Kini kumulatif berjumlah 450 kasus. 

Penambahan jumlah pasien yang didiagnosa negatif sebanyak 4 orang dari jumlah sebelumnya 16 orang, dan kini telah genap 20 orang.

Indonesia menempuh kebijakan social distancing, menjaga jarak sosial. Anak-anak sekolah belajar di rumah. Pegawai negeri dan swasta bekerja di rumah. Acara-acara kelompok di ruang publik ditiadakan. Pemerintah membeli alat kesehatan dan obat-obatan di China. Semua dalam rangka menyembuhkan pasien corona, memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19. []

Baca juga:

Berita terkait
Cegah Penyebaran Covid-19, BPJAMSOSTEK Aktifkan Protokol Lapak Asik
Mencegah penyebaran Covid-19, BPJAMSOSTEK memfokuskan layanan klaim jaminan menjadi layanan onlina tanpa kontak fisik, yaitu Protokol Lapak Asik.
Protokol Isolasi Diri di Rumah Saat Muncul Gejala Corona
Ketika seseorang sakit, ada gejala corona, harus mengisolasi diri sendiri di rumah agar tidak menulari orang-orang sekitar. Begini protokolnya.
Chloroquine dan Avigan, Senjata Jokowi Bunuh Corona
Chloroquine dan Avigan, dua obat, senjata Presiden Jokowi untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari virus berbahaya, corona Covid-19.
0
Jenis Olahraga yang Aman Selama Puasa
Namun, saat menjalani puasa Ramadan banyak orang yang malas berolahraga karena takut kelelahan, dan batal puasanya.