UNTUK INDONESIA

Bola Liar Partai Demokrat Setelah Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat

Gonjang-ganjing konflik internal Partai Demokrat membuat gaduh dan menjadi bola liar setelah dipecatnya Marzuki Alie dan kawan-kawan.
Marzuki Alie. (Foto: Tagar/Instagram @marzukialie)

Judul Asli: Partai Demokrat Vs Demokrasi 

Kepada yang terhormat Pengurus Partai Demokrat. Jujur, dari awal gonjang-ganjing di internal Partai Demokrat (PD) muncul ke publik, karena pihak PD begitu kencang menyuarakannya ke media, atas adanya isu kudeta yang melibatkan pejabat negara di lingkungan Istana, saya jadi bingung. Publikasi ini maksudnya apa? Apa untuk publik sekadar tahu, atau publik boleh berpendapat?

Sejak awal saya menyarankan, masalah internal PD jangan dibawa ke luar, selesaikan secara internal dengan cara demokratis dan bermartabat.

Suka atau tidak, gonjang-ganjing PD saat ini sudah menjadi bola liar di public domain. Bisa-bisa menjadi masalah baru bagi PD.

Cara-cara yang dilakukan PD menurut saya kontra produktif, karena sebagai berikut.

1. Posisi PD sebagai partai oposisi (penyeimbang)

2. PD secara terbuka menyebut nama pejabat negara di lingkungan Istana, terlibat upaya kudeta pengambilan paksa kepemimpinan Ketua Umum AHY.

Gonjang-ganjing PD saat ini justru telah menjadi bola liar yang menimbulkan kegaduhan politik di tengah masyarakat.


SBYSusilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyampaikan pidato politik terkait situasi terkini Partai Demokrat yang menurutnya sedang diterpa kudeta pihak luar bersekongkol dengan kader bermasalah. (Foto: Tagar/YouTube Partai Demokrat)

Yang saya tangkap dari dua hal di atas, seolah-olah ada upaya mendiskreditkan pemerintah. Lebih-lebih Ketum AHY berkirim surat perihal dugaan keterlibatan pejabat negara di lingkungan Istana tersebut, kepada Presiden Jokowi. Surat Ketum AHY bagi saya tidak hanya bermakna birokratis, namun juga politis. Hal ini yang saya maksudkan kontra produktif. Dan, sama sekali tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat Indonesia.

Bagi saya pribadi, kematangan seorang pemimpin ditentukan bagaimana dia bisa mengelola konflik: baik konflik di dirinya sendiri, maupun konflik di sekitarnya. Gonjang-ganjing PD saat ini justru telah menjadi bola liar yang menimbulkan kegaduhan politik di tengah masyarakat. Dan ini patut disayangkan, karena Pemerintah dan rakyat Indonesia lagi fokus mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Konflik internal PD saat ini mengingatkan saya atas kejadian yang sama, yang pernah terjadi di Partai Golkar beberapa tahun yang lalu, di mana Partai Golkar terpolarisasi atas dua kutub yang sangat kuat, yaitu antara kutub Suryo Paloh dan Aburizal Bakrie. Akhirnya Aburizal Bakrie memenangkan kontestasi pada kala itu dan menjadi Ketum Partai Golkar. Mohon maaf kalau saya keliru, karena saat itu saya masih menetap di Saint-Etienne, Perancis.

Saya mendapat info yang sangat intensif, terstruktur dan masif perihal gonjang-ganjing PD dari media yang disampaikan secara resmi oleh PD. Namun, saya juga mendapatkan informasi dari pihak-pihak lain. Saya mencoba objektif dan tidak memihak siapa pun, mengingat saya orang di luar PD.

Dipecatnya tujuh kader PD, menurut saya justru membuat masalah menjadi semakin rumit dan pelik.

Cara-cara demokratis tetap cara yang terbaik dan bermartabat dalam menyelesaikan gonjang-ganjing internal PD.

Saya ingin memberikan wacana/perspektif lain ke PD yaitu sebagai berikut.

1. Ada kejenuhan atas kepemimpinan saat ini di internal PD. Butuh kepemimpinan baru yang bisa menjadi suatu pengharapan dalam membangkitkan semangat dan asa terhadap kader-kader dan simpatisan PD di Tanah Air menghadapi kontestasi politik 2024.

2. Kondisi di atas didukung oleh fakta, bahwa elektabilitas PD semakin menurun dari waktu ke waktu.

Das Leben hat viele Seiten. Problematika di internal PD saat perlu didekati dari berbagai sudut padang, agar komprehensif melihatnya dan tuntas.

Semoga masukan saya sebagai rakyat jelata ke PD ini bisa diterima secara legowo. Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun.

Badai pasti berlalu.

*Akademisi Universitas Gadjah Mada

Berita terkait
Marzuki Alie Ungkap Masa Lalu SBY dan Megawati Soekarnoputri
Kalau saya jadi Menkopolhukam dan Presiden nyapres kembali, saya tidak akan ikut nyapres. Masa lalu SBY dan Megawati diungkap Marzuki Alie.
Dipecat Partai Demokrat, Marzuki Alie Tempuh Jalur Hukum
Marzuki Alie satu dari tujuh kader yang dipecat dari Partai Demokrat mengaku akan menempuh jalur hukum. Dia juga mengancam akan melapor balik AHY.
Kudeta AHY, Marzuki Alie dan 6 Kader Partai Demokrat Dipecat
Mantan Ketua DPR RI periode 2009-2014 Marzuki Alie bersama enam anggota Partai Demokrat mendapat sanksi pemecatan.
0
Bola Liar Partai Demokrat Setelah Marzuki Alie Dipecat Tidak Hormat
Gonjang-ganjing konflik internal Partai Demokrat membuat gaduh dan menjadi bola liar setelah dipecatnya Marzuki Alie dan kawan-kawan.