Biden Seimbangkan HAM dan Geopolitik di KTT AS-ASEAN

Aktivis khawatir Biden mengirim pesan bahwa Amerika mentolerir pelanggaran HAM dengan mengundang pemimpin Asia Tenggara ke Gedung Putih
Presiden AS, Joe Biden, bertemu dengan para pemimpin ASEAN di Gedung Putih, Washington, AS, 12 Mei 2022. (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Leah Millis)

TAGAR.id, Washington DC, AS – Dalam upaya untuk memperkuat aliansi dan melawan pengaruh China di Indo-Pasifik, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menjamu para pemimpin Asia Tenggara (ASEAN) di Washington dalam KTT Khusus AS-ASEAN selama dua hari. Sementara perdagangan, keamanan regional dan Ukraina menjadi agenda utama, para aktivis mendesaknya untuk mengatasi masalah hak asasi manusia dan kemunduran demokrasi di kawasan itu, termasuk kudeta 2021 di Myanmar.

Para aktivis khawatir pemerintahan Biden mengirim pesan bahwa Amerika mentolerir pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan mengundang para pemimpin Asia Tenggara ke Gedung Putih, termasuk ketua bergilir ASEAN, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang pemerintahannya selama 37 tahun ditandai dengan korupsi, represi dan kekerasan.

Sembilan dari 10 kepala delegasi ASEAN menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih pada Kamis, 12 Mei 2022, yang diselenggarakan oleh Presiden Joe Biden.

pemimpin asean dan perwakilan bisnis amerikaPara pemimpin ASEAN dan perwakilan bisnis AS bertemu sebagai bagian dari KTT Khusus AS-ASEAN di Washington, AS, 12 Mei 2022. (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Elizabeth Frantz)

Dengan permintaan ASEAN agar Myanmar hanya mengirim perwakilan nonpolitik, junta militer yang menggulingkan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi tahun lalu tidak mengirim seorang pun.

Amerika mendukung gagasan bagi ASEAN untuk membuka saluran informal dengan apa yang disebut Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar di pengasingan.

KTT tersebut mencerminkan dilema yang dihadapi Biden selagi dia berusaha untuk menyeimbangkan fokus pemerintahannya pada hak asasi manusia dan demokrasi, dengan kepentingan Amerika untuk melawan pengaruh China di Indo-Pasifik dan membangun koalisi melawan invasi Rusia di Ukraina.

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, sebelumnya mengatakan, “Sejumlah peserta ASEAN telah menjadi mitra penting dengan mengecam tindakan agresif Rusia dan invasinya ke Ukraina, dalam berpartisipasi dan mendukung sanksi dan, tentu saja, mematuhinya.”

Para pemimpin ASEAN juga bertemu dengan kelompok bipartisan anggota Kongres AS dan para pemimpin bisnis Amerika pada Kamis. KTT berakhir pada hari Jumat, 13 Mei 2022. (lt/ab)/voaindonesia.com. []

Amerika Jadi Tuan Rumah Pertemuan dengan Pemimpin ASEAN

Menlu Retno Marsudi Ungkap Kemitraan ASEAN - Amerika Serikat

Menlu Blinken Puji Kepemimpinan Indonesia di ASEAN

Isu Perdagangan dan Keamanan Jadi Agenda Utama KTT AS-ASEAN

Berita terkait
Malaysia Serukan ASEAN Buka Saluran Informal dengan NUG
Malaysia menyerukan kepada ASEAN untuk membuka saluran informal dengan pemerintah bayangan Myanmar (NUG)
0
Biden Seimbangkan HAM dan Geopolitik di KTT AS-ASEAN
Aktivis khawatir Biden mengirim pesan bahwa Amerika mentolerir pelanggaran HAM dengan mengundang pemimpin Asia Tenggara ke Gedung Putih