Biden Berharap Hari Kemerdekaan 4 Juli Amerika Bebas Corona

Joe Biden ingin AS bebas dari virus corona pada Hari Kemerdekaan 4 Juli 2021, vaksinasi nasional dicanangkan
Presiden AS Joe Biden memberikan pidato pada peringatan setahun pandemi Covid-19, Kamis, 11 Maret 2021, malam (Foto: voaindonesia.com/Reuters).

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan ada "kemungkinan baik" bahwa warga AS bisa menggelar acara kumpul-kumpul pada perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli 2021mendatang, bila semua warga sudah mendapat vaksin virus corona (Covid-19).

Dalam pidatonya sebagai presiden yang disiarkan kali pertama di televisi di jam tayang utama (primetime), Biden memerintahkan seluruh pemerintah negara bagian memastikan semua warga dewasa dapat menerima vaksin mulai 1 Mei mendatang. Saat ini prioritas vaksin hanya untuk warga lanjut usia maupun yang mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Pidatonya itu berlangsung tepat setahun saat Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi di AS. "Bila kita lakukan ini bersama-sama, pada 4 Juli, ada kemungkinan baik bagi Anda, keluarga dan teman-teman Anda untuk bisa bersama-sama di halaman rumah dan merayakan Hari Kemerdekaan," kata Biden.

Dia yakin bahwa AS nanti tidak saja bisa merayakan Hari Kemerdekaan, namun juga "merdeka dari virus (Covid-19) ini."

Dalam rangka memperluas program vaksinasi, jumlah tempat imunisasi akan ditambah. Dokter hewan dan dokter gigi pun diikutkan sebagai petugas vaksinasi.

Unit-unit vaksinasi bermobil akan menjangkau warga-warga di penjuru AS, ujar presiden.

Biden memasang target 100 juta orang sudah divaksinasi pada 100 hari pertama pemerintahannya. Namun, dalam pidato itu, dia optimistis target itu dapat tercapai pada hari ke-60.

warga antreWarga antre di tempat parkir Disneyland untuk vaksinasi massal Covid-19, di Anaheim, California, AS, 13 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Mario Anzuoni)

Dia pun menyerukan rakyat tetap menjaga jarak, cuci tangan, dan selalu pakai masker wajah saat bepergian.

"Mengalahkan virus ini dan membawa situasi kembali ke normal membutuhkan persatuan nasional," ujarnya.

Analisis Oleh Anthony Zurcher – North America Reporter

Setahun lalu, AS dan seluruh dunia menghadapi kenyataan yang brutal. Pandemi virus corona langsung menimpa keseharian warga. Bisnis hancur. Warga mendekam di rumah masing-masing. Kehidupan pun seolah langsung terhenti.

Pada Kamis malam (waktu AS), dalam pidato yang disiarkan kali pertama di televisi di jam tayang utama, Presiden Joe Biden mengatakan ada cahaya di ujung lorong yang gelap.

Kabar baik dari pidatonya ini adalah semua warga dewasa AS akan bisa menerima vaksin mulai bulan Mei. Dia sesumbar, langkah cepat itu merupakan yang terbaik di dunia.

Dalam pesannya yang terpenting adalah semua warga AS harus mendapat vaksin bila gilirannya tiba. "Saya tahu mereka aman," ujarnya.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari pendukung Partai Republik masih ragu-ragu akan vaksin itu. Bila keraguan itu meluas, janji Biden yang akan membuka sekolah, membolehkan perjalanan serta perayaan Hari Kemerdekaan malah tidak akan terwujud.

Pidatonya ini merupakan bagian dari janji sekaligus peringatan dari Biden. Warga harus terima vaksin, terus jaga jarak, dan pakai masker.

"Amerika kembali [ke normal'," ujarnya. Namun, dia menambahkan, warga Amerika pun perlu mewujudkan hal itu.

Paket stimulus disahkan jadi undang-undang. Sebelumnya, Presiden Biden menandatangani undang-undang pemulihan ekonomi dengan anggaran 1,9 triliun dolar AS yang menandakan kemenangan bagi pemerintahannya dalam tahap awal di parlemen.

Undang-undang itu mencakup bantuan langsung tunai 1.400 dolar AS (sekitar Rp20 juta), tunjangan pengangguran, dan insentif pajak anak-anak yang bertujuan mengangkat jutaan warga AS dari kemiskinan. Pembayaran stimulus itu akan dimulai bulan ini.

UU tersebut juga menganggarkan 350 miliar dolar AS bagi pemerintah negara bagian dan daerah, 130 miliar dolar AS untuk pembukaan sekolah, 49 miliar dolar AS untuk peningkatan tes dan penelitian Covid-19, dan 14 miliar dolar AS untuk distribusi vaksin.

antrean vaksin asAntrean warga AS untuk vaksinasi Covid-19 di luar stadion Yankee di kawasan Bronx, New York, 5 Februari 2021 (Foto: Dok/voaindonesia.com/Reuters)

Biden menyatakan paket bantuan itu akan membangun kembali "tulang punggung negeri ini."

Salah satu UU dengan anggaran terbesar dalam sejarah AS itu disahkan Kongres tanpa satu pun dukungan dari politisi Partai Republik yang beroposisi.

Politisi Partai Republik keberatan dengan nilai anggaran UU itu, yang seharusnya bisa lebih rendah. Mereka menyarankan agar bantuan stimulus itu hanya diberikan bagi warga yang kehilangan nafkah selama tahun lalu.

Di AS, pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 529.000 jiwa dan menulari lebih dari 29 juta orang (bbc.com/indonesia). []

Berita terkait
Amerika Capai Titik Balik Lawan Pandemi Virus Corona
Wapres AS, Kamala Harris, katakan Amerika capai titik balik lawan pandemi virus corona diikuti manfaat rencana bantuan senilai 1,9 triliun dolar AS
Seruan Agar Warga Amerika Bersedia Divaksin Virus Corona
Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, serukan agar warga Amerika bersedia divaksin dengan salah satu dari tiga vaksin yang tersedia di AS
Amerika Serikat Berada di Episentrum Pandemi Corona Global
Direktur Pan American Health Organization (PAHO) memberi peringatan bahwa kawasan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi "episentrum pandemi"
0
Myanmar di Ambang Perang Saudara Sejak Kudeta Militer
Eskalasi kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang melibatkan warga antikudeta mengindikasikan ancaman perang saudara