UNTUK INDONESIA
Berikut Peta Sirkuit Formula E Jakarta 2020 di Monas
Komite Pengarah Pembangunan Medan Merdeka resmi mengizinkan Monas menjadi sirkuit balapan mobil listrik Formula E pada 6 Juni 2020.
Sirkuit Formula E Jakarta. (Foto: Panitia Formula E Jakarta)

Jakarta - Komite Pengarah Pembangunan Medan Merdeka resmi mengizinkan Monas menjadi sirkuit balapan mobil listrik Formula E pada 6 Juni 2020. Hal tersebut dinyatakan dalam surat dari Komite Pengarah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Anies mengatakan akan menghargai keputusan yang diberikan oleh Komite Pengarah. Dia akan menunjukkan Monas kepada dunia melalui ajang Formula E.

"Kami menghargai kesempatan yang diberikan Komite Pengarah untuk bisa menunjukkan Monas kepada dunia selama E-Prix Jakarta. Terkait pelaksanaan masih sesuai jadwal, tanggal 6 Juni 2020, dan tidak ada penundaan," kata Gubernur Anies dalam siaran pers yang diterima Tagar, Senin, 17 Februari 2020.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Dwi Wahyu Daryoto, berterima kasih atas persetujuan dari Komite Pengarah untuk bisa menggelar balap Formula-E di kawasan Medan Merdeka.

"Kami akan terus bekerja terus menerus untuk mencapai koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan persiapan sempurna sejak persetujuan dikeluarkan," ujar Dwi, yang juga Ketua Panitia Pelaksana E-Prix Jakarta.

Berikut adalah gambaran dari sirkuit yang akan digunakan untuk ajang Formula-E di Jakarta.

Sirkuit Formula-E di kawasan Medan Merdeka akan dibangun sepanjang 2.588 kilometer dengan jumlah tikungan sebanyak 12, yang terdiri dari 8 tikungan kanan dan 4 tikungan kiri. Lebar trek ini adalah 9,5 sampai dengan 12 meter.


Baca juga: Daftar Pembalap Formula E di Jakarta

Sirkuit tersebut memiliki layout searah jarum jam, dengan garis start dan finish yang memiliki lebar 12 meter terletak di Jalan Tugu Monas. Area terpanjang trek ini adalah 680 meter yang terletak antara tikungan 6 dan tikungan 7, dengan top speed mencapai 220 km/jam pada tikungan 7. Sirkuit ini akan memiliki tribun yang mampu menampung lebih dari 30.000 penonton.

Sirkuit ini dirancang langsung oleh desainer sirkuit legendaris asal Jerman, yaitu Hermann Tilke. Dia ditunjuk langsung oleh pihak FIA Formula E untuk merancang lintasan E-Prix Jakarta.

Pembangunan sirkuit tersebut akan membutuhkan waktu 3 bulan dan akan rampung pada akhir Mei 2020. Proses pembuatannya akan ditinjau langsung oleh tim Formula E Operation (FEO) dan tim Tilke Engineering.

Baca juga: Uji Coba Formula E Jakarta Digelar April 2020


"Saat ini proses pembuatan sirkuit sudah dimulai, diawali dengan mencetak barrier atau pembuatan pagar yang harus sesuai dengan standar FIA. Selanjutnya akan dilakukan pengaspalan area silang Monas yang menjadi lintasan serta membangun tribun penonton," ujar Dwi.

Setelah pembangunan sirkuit rampung, tim FIA akan melakukan peninjauan selama 10 hari untuk memastikan pembangunan sesuai dengan rencana. Jika memang sudah lulus standar FIA, sirkuit tersebut akan mendapatkan sertifikasi Grade 3 dan dapat menggelar balapan Formula E.

Namun, sirkuit ini tidak akan dibangun secara permanen, sama seperti sirkuit F1 Monako, F1 singapura dan sirkuit-sirkuit Formula E lainnya. Setelah balapan selesai, sirkuit tersebut harus segera dibongkar.

"Balapan digelar hari Sabtu, jadi hari Minggu kami akan beres-beres sirkuit sehingga Senin sudah bisa digunakan untuk beraktivitas seperti biasa," kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Sadikin Aksa. []

Berita terkait
4 Syarat Anies Dapat Restu Gelar Formula E di Monas
Izin terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar balap Formula E dapat dikantongi asal 4 syarat terpenuhi.
Saran Ahli Soal Formula E di Monas Ogah Diungkap
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan H Wardhana ogah mengungkap saran Formula E di Monas dari TACB dan TSP.
Restu Didapat, Jalur Balap Formula E Monas Digarap
Pemprov DKI Jakarta mulai bergerak mempersiapkan jalur balap Formula E di kawasan Monas setelah restu dikantongi.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.