UNTUK INDONESIA
Basuki Hadimuljono, Dijamin Aman dari Badai Reshuffle
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono posisinya sangat aman, akan selamat dari terjangan badai reshuffle Jokowi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Pakar intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono posisinya sangat aman, akan selamat dari terjangan badai reshuffle apabila Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

"Basuki Hadimuljono sangat aman. Siapa sih yang meributkan Basuki? Saya kira tidak ada. Basuki mungkin satu-satunya menteri yang terhindar dari intrik politik. Dan orang yang mengkritik tajam Basuki, saya kira tidak ada. Saya belum pernah mendengar Basuki dikritik. Ia sangat aman. Paling aman," ujar Stanislaus kepada Tagar, Senin, 22 Juni 2020.

Basuki Hadimuljono menjadi Menteri PUPR periode pertama pemerintahan Jokowi, 2014-2019, kemudian berlanjut dengan posisi sama dalam pemerintahan periode kedua Jokowi, 2019-2024. Presiden Jokowi menyebut Basuki Hadimuljono adalah jenderal infrastruktur Indonesia.

Selain Basuki Hadimuljono, Stanislaus menyebut nama-nama yang juga aman dari reshuffle. "Yang aman, yang enggak keluar, saya kira Sri Mulyani aman, Prabowo Subianto aman, Mahfud MD aman, Luhut Pandjaitan orang kepercayaan Jokowi, aman, Pratikno juga sangat aman, Tito Karnavian aman, Erick Thohir dilihat dari prestasi cukup aman."

Siapa sih yang meributkan Basuki? Saya kira tidak ada. Basuki mungkin satu-satunya menteri yang terhindar dari intrik politik.

Baca juga: Edhy Prabowo, Walau Tak Secemerlang Susi Pudjiastuti

Jokowi IstiqlalBasuki Hadimuljono (ketiga dari kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan tidak akan segan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet kalau memang ini diperlukan demi menyelamatkan 260 juta rakyat Indonesia. Jokowi mengatakan ini saat jengkel melihat menterinya tidak mempunyai sense of crisis menangani eknomi di tengah pandemi Covid-19.

Kejengkelan Jokowi itu terungkap dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, 18 Juni 2020. Video memperlihatkan kejengkelan Jokowi itu diunggah Sekretariat Presiden di YouTube, Minggu, 28 Juni 2020.

"Kita harus mengerti ini. Jangan biasa-biasa saja. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali ini. Dan, saya melihat bapak dan ibu menganggap ini masih normal," kata Jokowi di depan semua menterinya, lengkap.

Dengan nada tinggi, Jokowi mengatakan bisa melakukan apa saja untuk memperbaiki keadaan, "Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya.”

Stanislaus Riyanta memperkirakan Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet bersamaan pergantian Kapolri dan Panglima TNI, awal tahun 2021. Tonton dalam video ini, pemaparan Stanislaus tentang menteri yang aman dan tidak aman.

Baca juga:

Berita terkait
Tito Karnavian Merespons Ancaman Reshuffle Jokowi
Mendagri Tito karnavian enggan berkomentar panjang soal ancaman reshuffle dari Presiden Jokowi. Ia pasrah dengan putusan bosnya.
3 Menteri Paling Layak Direshuffle Jokowi
Ada tiga orang nama menteri di Kabinet Indonesia Maju yang kemungkinan dilengserkan Presiden Joko Widodo.
Edhy Prabowo - Fachrul Razi Terancam Reshuffle Jokowi
Jokowi jengkel melihat pembantu tidak punya sense of crisis saat pandemi. Ia tidak segan melakukan reshuffle. Edhy Prabowo-Fachrul Razi terancam.
0
Pemilik dan 1.000 Karyawan Bhakti Karya Dukung Pradi-Afifah
H. Ahmad Syafei yang merupakan pemilik serta kader Partai Gerinda bersama 1.000 Karyawan Bhakti Karya dukung Pradi-Afifah.