Barang Bukti Penembakan FPI Diserahkan Komnas HAM ke Polisi

Komnas HAM akhirnya menyerahkan barang bukti kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) kepada Bareskrim Polri.
Polisi menertibkan plang merek kantor FPI di Jakarta pada Desember 2020 lalu. (Foto: Tagar/Dany Krisnadhi/AFP Via Getty Images)

Jakarta - Komnas HAM akhirnya menyerahkan barang bukti kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) kepada Bareskrim Polri, Selasa, 16 Februari 2021. Penyerahan barang bukti dilakukan di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa total ada 16 barang bukti yang sudah diserahkan kepada Bareskrim.

"Harapannya seluruh barang bukti ini bisa semakin memperkuat, memperjelas peristiwa yang terjadi," kata Ahmad.

Seluruh barang bukti itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam kepada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Ahmad berharap tim Bareskrim bisa segera menindaklanjuti hasil penyelidikan dan pemantauan Komnas HAM itu.

Choirul Anam mengatakan 16 barang bukti tersebut antara lain peluru, proyektil, serpihan mobil, beberapa rekaman suara dan video Jasa Marga.

Choirul menyebut belum seluruh video Jasa Marga diserahkan ke Bareskrim Polri, sebab rekamannya berukuran besar.

Baca juga: Kasus Laskar FPI, Polisi Minta Barang Bukti Komnas HAM

"Sebagian video Jasa Marga sudah kami gunakan, yang sebagian lagi nanti karena itu berat sekali ada 9.942 video dan tangkapan kamera ada 130 ribu sekian. Secara teknis 'hardisk' eksternalnya belum ada, sehingga nanti itu kami susulkan, tidak masuk ke sini," katanya.

Barang bukti lainnya, yakni foto mobil yang diterima dari FPI, beberapa pesan suara, kronologi peristiwa, jejak linimasa di media sosial, dan 32 lembar foto kondisi jenazah ketika diterima pihak keluarga.

Dia menambahkan seluruh barang bukti itu telah menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat penanganan kasus penembakan enam Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

"Terkait kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti KM 50, pelanggaran prokes (protokol kesehatan) segera diselesaikan karena sudah ada rekomendasi Komnas HAM," kata Jenderal Sigit dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Mabes Polri.

Menurut dia, penanganan kasus tersebut dapat dilaksanakan dengan cepat karena sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM. Terlebih, kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.

Lebih lanjut, Sigit meminta agar penuntasan kasus itu dilakukan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan Komnas HAM.

"Tentunya harus diselesaikan sesuai rekomendasi tersebut," ujarnya seperti dikutip Antara.[]

Berita terkait
Jokowi Perintahkan Kawal Kasus Laskar FPI, Mahfud: Kita Ungkap
Presiden Jokowi memerintahkan agar kasus tewasnya anggota Laskar FPI dikawal. Mahfud menyebut akan ungkap persoalan ini di pengadilan.
Kasus Laskar FPI, Polisi Minta Barang Bukti Komnas HAM
Pihak kepolisian meminta Komnas HAM untuk memberikan barang bukti hasil investigasi kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI).
Komnas: Tewasnya 6 Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufik Damanik menyatakan, bahwa terjadi pelanggaran HAM tetapi bukan pelanggaran HAM berat.
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.