UNTUK INDONESIA
Bappenas: Defisit APBN Didisain untuk Pemulihan Ekonomi
Dengan naiknya defisit APBN dari 4,5% menjadi 5,2% atau sekitar 0,7%, tentu ada ruang fiskal yang cukup untuk belanja.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) berbincang dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A/ama)

Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan dengan naiknya defisit APBN dari 4,5% menjadi 5,2% atau sekitar 0,7%, maka tentu ada ruang fiskal yang cukup untuk belanja.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi saat rapat terbatas, angka kenaikan itu tentu akan didisain sedemikian rupa yang dapat memberikan implikasi positif terhadap pemulihan ekonomi utamanya untuk mencegah bertambahnya jumlah orang miskin dan pengangguran," kata Suharso usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa, 28 Juli 2020.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan RAPBN 2021 Sesuai PEN dan Covid-19

Suharso menambahkan, disain Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021, setidak-tidaknya memuat sektor industri, pariwisata, reformasi sosial, terutama kesehatan, dan pangan. Semuanya bisa memberikan implikasi kuat terhadap penciptaan lapangan kerja.

Suharso menyebut pertanyaan yang sulit dijawab apakah tahun 2021 pemulihan ekonomi global itu benar-benar bisa terjadi. Mengingat, kondisi dari dampak Covid-19 begitu besar.

“Untuk memperkecil ruang kita dalam hal ketidakpastian, maka kita harus menjawabnya dengan memberikan kelonggaran yang lebih efektif pada belanja pemerintah meskipun hanya 14,5% dari PDB,” kata tutur Suharso.

Menurutnya, kondisi saat ini, hampir di seluruh dunia, belanja pemerintah itu yang mendorong atau sangat diharapkan dalam pemulihan ekonomi. Semua memberikan stimulus cukup besar dan Indonesia termasuk di tingkat menengah untuk memberikan ruang fiskal terhadap GDP-nya dari sisi belanja pemerintah.

Kepala Bappenas itu menyebutkan, disain program RAPBN adalah terhadap pekerjaan-pekerjaan atau program-program maupun kegiatan-kegiatan prioritas yang dapat memulihkan ekonomi.

Baca Juga: Jokowi Kalkulasi APBN 2021 Hadapi Tantangan Global

“Dalam kaitan ini adalah mencegah turunnya laju pertumbuhan ekonomi, turunnya angka kesempatan kerja, dan sebaliknya kita ingin memberikan peluang yang luas terhadap kenaikan kesempatan kerja,” kata Suharso. []

Berita terkait
Ini Strategi Sri Mulyani CS Tutup Defisit APBN 6,34%
Dirjen DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman mengungkapkan strategi pembiayaan untuk menutup defisit APBN 2020 imbas pandemi Covid-19.
Ternyata, Perokok Remaja Setor Rp131 Triliun ke APBN
Siapa sangka, kalangan remaja dan anak-anak dipercaya menjadi kontributor utama pembentuk cukai hasil tembakau (CHT) yang diterima pemerintah
Jokowi Singgung Pertanggungjawaban APBN Demi Rakyat
Presiden Jokowi menyinggung, setiap rupiah uang rakyat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dapat dipertanggungjawabkan.
0
Bagaimana Cara Mempopulerkan Citra Kuliner ala Thailand?
Indonesia perlu banyak mempelajari langkah-langkah yang dilakukan Thailand dalam menaikkan citra kuliner khas negaranya.