Bahas UU Cipta Kerja, Kemenko Marves Dorong Investasi di Jambi

Provinsi Jambi tidak masuk 10 besar perolehan investasi, sehingga harus berlari untuk mengejar ketinggalan dengan provinsi lain.
Rakor yang diselanggarakan Kemenko Marves dalam rangka mengawal implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Provinsi Jambi. (Foto:Tagar/Kemenko Marves)

Jakarta - Pemerintah Pusat dan Daerah melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka mengawal implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) di Provinsi Jambi. Rakor ini, dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Kementerian Koordinator Investasi dan Maritim (Kemenko Marves) Ferry Akbar Pasaribu.

Perolehan Investasi Indonesia Kuartal I 2021 ini, Provinsi Jambi tidak masuk bahkan dalam 10 besar. Peringkat terbesar masih di Pulau Jawa. Jadi menurut saya Provinsi Jambi ini harus lari untuk mengejar ketinggalan provinsi lain.

“Terciptanya sinergi dan pemahaman yang sama atas UUCK merupakan elemen kunci agar UUCK benar-benar efektif dalam mempercepat penciptaan lapangan kerja. Diperlukan sinergi di antara berbagai pemangku kepentingan di pusat dan daerah akan hal tersebut,” tutur Asdep Ferry di Jambi berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Rabu, 26 Mei 2021.

Asdep Ferry mengungkapkan, dengan adanya UUCK ini diharapkan bisa meningkatkan arus masuk investasi lantaaran adanya kemudahan dalam memulai usaha. Meningkatnya Investasi, juga akan membantu percepatan pemulihan perekonomian yang terkontraksi akibat dampak Covid-19.

“Kenapa investasi penting? Jadi peran pemerintah untuk mendorong pembangunan itu sangat besar, namun memang sayangnya anggarannya tidak mencukupi. Nah untuk itu bagaimana caranya kita bisa mencari investor yang mau menanamkan modalnya di tempat kita, khususnya di Jambi ini, ungkap Ferry. 

Ferry Akbar Pasaribu MarvesAsisten Deputi bidang Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenko Marves Ferry Akbar Pasaribu. (Foto:Tagar/Kemenko Marves)

"Memang mereka para investor itu investasi tujuannya mencari untung, tapi dengan mereka datang kita juga mendapatkan keuntungan khususnya di sektor perekonomian,” saambungnya.

Mengenai investasi tersebut, Ferry menerangkan bahwa jika dilihat target investasi di Indonesia tahun 2020 terbilang lumayan bagus yakni Rp 817 Triliun, namun permasalahannya apakah distribusinya sudah merata di Indonesia atau belum.

“Karena ada kesadaran distribusi memang belum berjalan seperti yg diharapkan, maka itu dikeluarkan Omnibuslaw. Ada 79 Undang Undang yang direvisi sekaligus hanya dengan satu UU Cipta Kerja (UUCK) ini yang mengatur multisektor, tujuannya supaya UU tidak bertabrakan, dan semuanya ini akan mendorong kemudahan berbisnis di Indonesia,” sebut Ferry.

“Nah untuk diketahui, Perolehan Investasi Indonesia Kuartal I 2021 ini, Provinsi Jambi tidak masuk bahkan dalam 10 besar. Peringkat terbesar masih di Pulau Jawa. Jadi menurut saya Provinsi Jambi ini harus lari untuk mengejar ketinggalan provinsi lain,” lanjutnya.

Provinsi Jambi, Menurut Ferry memiliki potensi yang siginifkan untuk dikembangkan menjadi salah satu kontributor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. UUCK diharapkan dapat menjadi katalisator dalam pengembangan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Provinsi Jambi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengungkapkan, salah satu peluang investasi di Provinsi Jambi adalah terkait Kelapa Sawit.

“Hampir sebagian besar produksi kelapa sawit di ekspor dalam bentuk setengah jadi atau bahan mentah, tersedia peluang investasi berupa industri hilir komoditas sawit seperti margarine, selai, lipstik, mentega, sabun, biodiesel, detergen dan lain-lain,” kata Imron.

“Kami akan berusaha sebaik mungkin dalam pembangunan daerah salah satunya dalam upaya menarik investor untuk berinvestasi di Provinsi Jambi yang saat ini terdiri dari sekitar 3,5 juta penduduk ini,” sambungnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution yang juga hadir mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi itu memang salah satunya ditopang oleh investasi, jadi bagaimana daerah mendorong kontribusi dengan investasi itu harus maksimal.

“Kami dari Bank Indonesia siap membantu untuk kita sama-sama menjadikan ekonomi yang baik di sini, salah satunya investasi dengan mendatangi investor. Caranya yang penting buat mereka nyaman untuk datang ke sini. Kami siap berkolaborasi bermitra untuk membantu dan bisa mendatangkan manfaat ekonomi untuk Jambi yang lebih baik lagi. Intinya Bank Indonesia sangat menyambut baik akan hal ini,” tegasnya. []

Berita terkait
Pulihkan Ekonomi Bali, Kemenko Marves Terapkan Work From Bali Bagi ASN
Kemenko Marves mencanangkan program Work from Bali bagi ASN di lingkungannya serta ASN di tujuh kementerian/lembaga dibawah koordinasinya.
Dukung Kebijakan Satu Peta, Kemenko Marves Gelar Rakor Peta Tematik
Kemenko Marves menggelar rakor untuk dapat mengurai dan mencari solusi kebijakan atas kendala yang dihadapi walidata peta tematik kemaritiman.
Kemenko Marves Tinjau Progres Pilot Plant Garam Industri dan Kincir Air Gresik
Kemenko Marves, mengunjungi Gresik untuk melihat progres rencana operasional pilot plant garam industri dan pengembangan prototipe kincir air.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.