UNTUK INDONESIA
Bagaimana Pengendara Motor-Mobil Hadapi Pesepeda
Joging dan bersepeda menjadi aktivitas favorit warga masyarakat perkotaan selama adanya pandemi virus corona Covid-19.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersepeda alias gowes bersama Pendiri Jabar Bergerak, Atalia Praratya Ridwan Kamil, dan pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung, 26 Juli 2020, pagi. (Foto: jabarprov.go.id).

Jakarta - Joging dan bersepeda menjadi aktivitas favorit warga masyarakat perkotaan selama adanya pandemi virus corona Covid-19. Kegiatan berolaharga demikian itu kian menjadi tren karena mudah dilakukan dan murah meriah.

Karena sudah menjadi tren, maka pengayuh sepeda kini lazim dijumpai di jalan raya. Mereka menggowes tidak hanya saat libur atau akhir pekan, tapi hampir setiap hari di jalan raya ramai dengan pesepeda.

Lantas, bagaimana cara pengemudi kendaraan bermotor saat menghadapi pesepeda di jalan raya?

1. Saling Menghargai

Duta merek Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar yang juga hobi bersepeda, berpendapat bahwa pada dasarnya seluruh pengguna jalan harus saling menghargai dan berbagi jalan.

Dia mencontohkan, di Australia terdapat kampanye berbagi jalan dengan pesepeda di jalan raya. Kampanye “A Metter Matters”, yang artinya antara kendaraan bermesin sama dengan yang tidak menggunakan mesin harus menjaga jarak sejauh satu meter.

"Hal itu untuk mengantisipasi ketika tiba-tiba mobil berhenti, atau tiba-tiba ada mobil yang membuka pintu. Jadi sebelah-sebelahan itu harus satu meter jaraknya. Bukan depan-depanan ya," kata Rifat dalam siaran pers, Jumat, 14 Agustus 2020, dikutip dari Antara.

Namun, Rifat berpendapat, hal seperti itu agak sulit diterapkan di Indonesia karena banyak kondisi jalan yang tidak lebar.

2. Jaga Kecepatan

Dia berpesan agar pesepeda tidak bergerombol agar tidak menghabiskan lebar jalan. Sedangkan pemotor dan pengendara mobil harus menjaga kecepatan ketika bertemu dengan rombongan sepeda.

"Kalau di Indonesia harus hati-hati, karena antara infrastruktur dan jumlah pesepeda itu tidak seimbang. Kita tidak bisa juga membatasi jumlah satu sama lainnya. Jadi harus ada saling pengertian sesama pengguna jalan,” ujar Rifat.[]

Berita terkait
Cara Mudah Membawa Sepeda Menggunakan Mobil
Olahraga bersepeda kini menjadi tren saat terjadi pandemi virus corona Covid-19. Bersepeda salah satu olahraga favorit masyarakat Indonesia.
Ducati Hadirkan Sepeda Listrik Lipat Terbaru
Ducati bekerja sama dengan MT Distribution menghadirkan tiga model sepeda lipat elektrik (folding e-bikes) terbaru dengan pedal assistance.
Dilego Puluhan Juta, Ini Sebab Sepeda Brompton Mahal
Sepeda Brompton dipasarkan dengan harga Rp 50 juta bahkan hingga Rp 100 juta. Lantas, apa yang membuat sepeda lipat ini memiliki harga selangit?
0
Bagaimana Pengendara Motor-Mobil Hadapi Pesepeda
Joging dan bersepeda menjadi aktivitas favorit warga masyarakat perkotaan selama adanya pandemi virus corona Covid-19.