UNTUK INDONESIA

Bacaan Dua Rakaat Salat Tarawih Lengkap

Tarawih adalah salat sunnah di bulan Ramadan hukumnya sunah muakkad, dilaksanakan sendirian atau berjamaah, sesudah Isya sampai fajar.
Umat muslim mengikuti shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu 5 Mei 2019. Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1440 H jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. (Foto : Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Salat Tarawih adalah salat sunnah malam di bulan Ramadhan, yang hukumnya sunah muakkad, bisa dilaksanakan sendirian atau berjama’ah. Salat ini dilakukan sesudah salat Isya sampai waktu fajar.

Saat salat hendaklah menantap mata kearah Sujud, dan melaksanakan salat secara urut sesuai dengan ajaran Nabi.

Berikut ini adalah bacaan niat Salat Tarawih untuk makmum, imam dan sendirian :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-tarowihi rak’ataini mustaqbilal qiblati [makmuuman/imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

Saya (berniat) mengerjakan Salat Sunnah Tarawih, dua raka’at dengan menghadap kiblat, [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Jika sendirian, tidak perlu mengucapkan makmuuman/imaaman.


Bacaan Salat rakaat 1


1. Takbiratul Ihram (takbir)

Takbir dengan cara merapatkan semua jari-jari dihadapkan kedepan, lalu mengangkat kedua tangan ujung jarinya sejajar dengan pundak atau telinga. Pandangan mata melihat kearah tempat sujud.  Seraya mengucapkan;

اَللّهُ اَكْبَرُ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Salat dilakukan dengan cara menyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri seraya mengembangkan jari-jari tangan kanan dan tangan kanan menggenggam tangan kiri. Kedua tangan diletakkan di Ulu Hati. 


2. Doa Iftitah

Bacaan doa Iftitah 

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila.

Artinya : “Allah Maha Mesar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.”

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Inni Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya : “Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.”


3. Membaca Surat Al-Fatihah

Kemudian membaca surat al-Fatihah :

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin(a). Ar Rahmaanirrahiim(i). Maaliki yaumiddiin(i). Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin(u). Ihdinash-shirraatal musthaqiim(i). Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh- dhaalliin(a).

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


4. Membaca Surat atau Ayat-ayat Alquran

Kemudian dilanjutkan membaca surat pendek dari al-Qur’an. Berikut ini dicontohlan surat al-Ikhlas, bisa juga surat yang lain. 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Artinya :

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”


5. Ruku

Kemudian melakukan ruku’, yang diawali dengan takbit. Gerakan ruku adalah badan membungkuk, kedua tangan menggengam lutut, mata tertuju ke tempat sujud, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamidah 3 X (Tiga Kali)

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”


6. I’tidal

Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه

sami’allahu liman hamidah

Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Saat i’tidal, Mata memandang tempat sujud dan membaca doa i’tidal. Bacaan doa:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”


7. Sujud

Gerakan sujud adalah meletakkan dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki menempel di lantai (tempat sholat), kemudian membaca doa :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x


8. Iftirasy (duduk diantara dua sujud)

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas (lantai/tanah) menghadap kiblat]

Doa Iftirasy : 

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”


9. Sujud

Dari posisi duduk lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali seraya mengucapkan takbir.

Gerakan sujud adalah meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan dan kedua kaki menempel di lantai (tempat sholat), kemudian membaca doa :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x


Rakaat 2

Dari posisi sujud kemudian Berdiri tegak sambil mengucapkan takbir, kemudian bersedakap (seperti rakaat 1) dan pandangan mata melihat kearah tempat sujud.


10. Membaca Surat Al-Fatihah (seperti rakaat 1)


11. Membaca surat pendek Alquran

Kali ini yangdicontohkan adalah surat al-asr.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Wal ‘ashr(i) Innal insaana lafii khusr(in) Illal-ladziina aamanuu wa ‘amiluush-shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish-shabr(i).

Artinya :

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

12. Ruku (Sesuai rakaat 1)

13. I’tidal (Sesuai rakaat 1)

14. Sujud (Sesuai rakaat 1)

15. Iftirasy (Duduk Diantara Dua Sujud)(Sesuai rakaat1)

16. Sujud (Sesuai rakaat 1)

17. Tasyahhud Akhir

Geraka duduk pada Tasyahud Akhir adalah duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Bacaan doa Tasyahud akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah.”

Posisi jari telunjuk menunjuk kedepan saat mulai membaca bagian kalimat asyhadu an laa ilaaha illallah.

Ketika melakukan Tasyahhud Akhir maka kemudian berikutnya membaca Shalawat, yang lebih sempurna yaitu Shalawat Ibrahimiah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ، كََمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ إِبْرَاهِيْمِ . فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya :

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).


18. Salam

Tata cara salam Pada Saat Sholat Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam (assalaamu’alaikum wa rahmatullaah), yang diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua.

Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam, yang diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua.

Adapun bacaan salam sebagai berikut :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalamualaikum waeahmatullah, assalamualaikum warahmatullah" 

Artinya:

Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu.

Demikian bacaan saalat tarawih tersebut. []


Baca juga: Rakaat Tarawih NU vs Muhammadiyah





Berita terkait
Hukum Puasa Orang yang Diinfus dan Suntik
Orang yang sakit dan dirawat di rumah sakit umumnya diberikan cairan infus dan suntikan obat ke dalam tubuhnya. Bagaimana kalau mereka berpuasa?
Tata Cara Tarawih dan Salat Id Berjemaah di Masjid Tahun 2021
Muslim Indonesia boleh salat tarawih berjemaah pada Ramadan 2021, juga boleh salat id berjamaah pada Hari Raya Idul Fitri 2021. Ini tata caranya.
Panduan Buka Puasa Tarawih Zakat Salat Id Masa Pandemi 2021
Panduan lengkap protokol kesehatan dalam pelaksanaan buka puasa, salat tarawih, zakat, dan salat id, teknisnya bagaimana, semua ada di sini.
0
Direkomendasikan, 11 Buah untuk Pengidap Darah Tinggi di Bulan Puasa
Direkomendasikan, 11 buah untuk pengidap darah tinggi pada bulan Ramadan agar bisa menjalankan puasa dengan lancar tanpa gangguan kesehatan.