UNTUK INDONESIA
AS Selidiki Virus Corona dari Laboratorium di Wuhan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya berusaha menyelidiki apakah coronavirus Covid-19 berasal dari Wuhan, China.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan saat rapat dengan eksekutif bidang kesehatan di Cabinet Room Gedung Putih, di Washington, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2020). (Foto: Antara/REUTERS/Leah Millis/AWW/djo)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pemerintahannya berusaha menyelidiki apakah coronavirus Covid-19 berasal dari sebuah laboratorium di kota Wuhan di China, demikian penyataan Trump pada Rabu (15/4/2020).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan Beijing perlu berterus terang pada apa yang mereka ketahui.

Sumber Covid-19 tetap menjadi misteri. Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, pada Selasa (14/4/2020) mengatakan intelijen AS menunjukkan bahwa virus corona kemungkinan terjadi secara alami, bertentangan dengan anggapan kalau virus itu dibuat di laboratorium di China, tetapi hal itu belum pasti.

Laman Fox News, Rabu (15/4/2020), yang dikutip dari Antara, Kamis, 16 April 2020, melaporkan virus corona itu berasal dari laboratorium Wuhan, dan bukan sebagai senjata biologis, tetapi sebagai bagian dari upaya China untuk menunjukkan bahwa upayanya dalam mengidentifikasi dan memerangi virus sama atau lebih besar dari kemampuan Amerika Serikat.

Laporan itu dan yang lainnya menyebutkan laboratorium di Wuhan melakukan eksperimen virologi dan lemahnya standar keselamatan di laboratorium tersebut menyebabkan seseorang terinfeksi dan muncul di pasar "basah" terdekat, tempat virus mulai menyebar.

Dalam konferensi pers, ketika ditanya tentang laporan virus yang lepas dari laboratorium Wuhan, Presiden Trump mengatakan bahwa dia mengetahui hal tersebut.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi mengerikan yang terjadi saat ini," kata Trump.

Ditanya apakah dia telah membahas laboratorium Wuhan dalam percakapannya dengan Presiden Cina Xi Jinping, Trump mengatakan, "Saya tidak ingin membahas apa yang saya bicarakan dengannya tentang laboratorium, saya hanya tidak ingin membahas, itu tidak pantas sekarang".

Trump telah berusaha untuk menitikberatkan hubungan AS yang kuat dengan China selama pandemi karena AS mengandalkan Tiongkok untuk peralatan pelindung diri yang sangat dibutuhkan oleh pekerja medis AS.

Pompeo, dalam wawancara dengan Fox News Channel, mengatakan "kami tahu virus ini berasal dari Wuhan, China," dan bahwa jarak Institut Virologi itu hanya beberapa mil dari pasar basah.

"Kami benar-benar membutuhkan pemerintah China untuk membuka diri" dan membantu menjelaskan "bagaimana sebenarnya penyebaran virus ini," kata Pompeo.

"Pemerintah China perlu berterus terang," katanya.

Konsensus ilmiah menyatakan bahwa SARS-CoV-2, nama resmi virus corona, berasal dari kelelawar.

Trump dan pejabat lainnya telah menyatakan kecurigaan mendalam terhadap China, yang secara resmi menyatakan jumlah kematian dari virus sekitar 3.000 orang sementara AS memiliki jumlah kematian lebih dari 20.000 dan angka itu terus meningkat.

Dia mengatakan AS memiliki lebih banyak kasus karena kami melaporkan lebih banyak.

"Apakah Anda benar-benar percaya dengan angka-angka yang dilaporkan Beijing bahwa mereka hanya memiliki beberapa jumlah kasus positif Covid-19 dan kasus kematian; apakah ada yang benar-benar percaya itu?" ujar Trump.[]

Berita terkait
Ilmuwan Harvard Jual Virus Corona ke China?
Sebuah video beredar luas di media sosial menyebutkan ilmuwan asal AS, Dr. Charles Lieber telah membuat dan menjual coronavirus ke China.
Tim Medis China ke Arab Saudi Bantu Lawan Covid-19
Tim medis asal China telah tiba di Riyadh, Arab Saudi, sejak Rabu (15/4/2020) untuk membantu memerangi wabah coronavirus Covid-19.
Ilmuwan Australia: Virus Corona Ada di Air Limbah
Ilmuwan Australia sukses membuktikan keberadaan virus corona, yang menyebabkan Covid-19, pada air limbah mentah.
0
Polisi Usut Aksi Penyerangan Wanita di Deli Serdang
Lamria boru Manullang, warga Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, resmi membuat pengaduan ke kepolisian.