Medan - Arus mudik Lebaran melalui Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara anjlok pada tahun ini. Harga tiket pesawat yang sangat tinggi diduga menjadi penyebab utamanya.

"Secara umum, arus mudik di Bandara Kualanamu berjalan dengan baik, namun demikian prediksi jumlah penumpang dan pergerakan pesawat tidak tercapai," terang Manager of Branch Communication and Legal Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, yang dihubungi Tagar, Sabtu 8 Juni 2019 pagi.

Wisnu menjelaskan, berdasarkan Data Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran, jumlah penumpang pada H+1 pada 7 Juni 2019, terdata 19.474 penumpang.

Artinya, terjadi penurunan sebesar 37 persen dibanding 2018, sebesar 31.117 penumpang. Sementara untuk pergerakan pesawat 2019 berjumlah 163 pergerakan, dan juga mengalami penurunan 30 persen, di mana 2018 berjumlah 234 pergerakan pesawat.

Kami cek, harganya Rp 4 jutaan. Kalau berempat, Rp 20 jutaan. Aduh mending naik mobil aja

Tingginya harga tiket pesawat diduga menjadi penyebab turunnya arus penumpang mudik Lebaran melalui Bandara Kualanamu tahun ini.

"Dimungkinkan harga tiket yang masih tinggi menjadi salah satu faktor adanya penurunan penumpang, namun hal dimaksud juga berlaku hampir di seluruh bandara," jelasnya.

Christo Tambunan, salah seorang warga menyebut tiket pesawat mencekik leher. Dia terpaksa naik kendaraan pribadi dari Jakarta ke Medan bersama keluarga.

"Kami cek, harganya Rp 4 jutaan. Kalau berempat, Rp 20 jutaan. Aduh mending naik mobil aja," katanya kepada Tagar, dua hari sebelum Lebaran.

Hingga sehari setelah Lebaran, harga tiket juga masih tinggi, yakni sekitar Rp 2,8 juta rute Medan - Jakarta. Karena tidak turun juga, Christo bersama keluarga pun akhirnya kembali memilih pulang ke Jakarta melalui jalan darat. []

Artikel lainnya: