Oleh: Fahzian Aldevan*

Bagi umat muslim, bulan Ramadan merupakan bulan yang yang penuh berkah. Selain harus menahan makan dan minum dari pagi hingga sore hari juga menahan hawa dan nafsu.

Dalam kitab Syarh Riyadusshalihin disebutkan bahwa jalan kebaikan itu sangat banyak, kebaikan itu bukan tunggal dan bukan satu jenis. Sehingga bagi kita yang mau melakukan kebaikan dalam profesi apapun bisa menjalaninya. Kebaikan itu ada yang terdiri dari pekerjaan badan (fisik), pengorbanan harta dan penggabungan antara fisik dan harta.

Dalam Islam melakukan sebuah kebaikan lebih besar peluang dan lebih mudah daripada melakukan kejahatan. Begitu juga dengan amalan-amalan kita di bulan Ramadan seperti menjaga shalat berjamaah, puasa, zakat, sadaqah, nafkah, baca Al-Qur’an, silaturrahim, qiyam, zikir, itikaf, menuntut ilmu dan masih banyak kegiatan-kegiatan kebaikan lainnya yang dapat dilakukan pada bulan penuh berkah ini.

Pada bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa yang merupakan madrasah atau tempat latihan untuk berbuat baik, sehingga kebaikan itu menjadi kebiasaan bagi individu tersebut setelah Ramadan.

Baca juga: Bagaimana Puasa Tanpa Sahur, Sahkah?

Ada pelajaran menarik saat menjalani ibadah puasa yaitu seorang hamba diajarkan bagaimana caranya menjaga agar pahala puasa tetap utuh, sehingga ia tidak sekedar puasa menahan haus dan lapar saja, maka ia dituntut untuk senantiasa menjaga lisan, pandangan dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan dan juga penuh kehati-hatian.

"Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tapi tidak mendapatkan dari shalatnya kecuali hanya begadang" (HR Ibnu Majah).

Setiap amalan kebaikan yang kita kerjakan, sekecil apapun kebaikan itu Allah SWT akan membalasnya. Seperti firman Allah SWT dalam surat AL-Baqarah ayat 215: “Dan apa saja yang engkau semua lakukan dari kebaikan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahuinya” (Qs. Al-Baqarah: 215).

Selain itu juga pada QS Az Zalzalah ayat 7; “ Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat timbangan debu (Zarrah) maka ia akan mengetahuinya- di akhirat nanti memperoleh balasannya. (Az-Zalzalah: 7).

Baca juga: Hijab Syar'i, Tren Busana Muslimah Lebaran 2019

Kedua ayat ini menjadi motivasi untuk kita agar senantiasa melakukan kebaikan, terlebih di bulan Ramadan yang merupakan madrasah atau tempat pendidikan untuk belajar sebuah kebaikan. Sehingga begitu keluar dari Ramadan kita sudah terbiasa dengan kebaikan. 

Ketika kita tidak mampu melakukan sebuah kebaikan yang besar lakukankan kebaikan walau sekecil apapun. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang terdapat dalam kitab Riyadusshalihin pada bab yang “menjelaskan banyaknya jalan-jalan kebaikan”, ketika kita tidak mampu melakukan kebaikan yang lain, minimal kita tidak berbuat jahat atau menzalimi orang lain. []

*Fahzian Aldevan, Kontributor Aceh