Apa Itu Right Issue dalam Dunia Saham?

Right issue membuka kesempatan bagi para pemegang saham lama untuk kembali memesan efek terlebih dahulu setelah diterbitkan oleh emiten.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Semua investor barangkali sudah mengetahui tentang right issue. Pasalnya, hal tersebut tidak terlepas dari para pemegang saham lama yang dimana mereka memiliki hak untuk membeli saham yang diterbitkan oleh emiten terlebih dahulu sebelum saham itu go public. Bahkan, saat perusahaan sedang menjalani proses emisi atau disebut pengeluaran kumpulan saham dari simpanan, investor-investor tersebut sudah bisa membeli saham baru melalui right issue.

Jika para investor memutuskan untuk membeli saham perusahaan menggunakan right issue yang dimiliki, ia akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Keuntungan yang diperoleh berupa peluang peningkatan feedback berupa dividen bagi para investor karena modal perusahaan bertambah.

Selain itu, proporsi saham yang dipegangnya dalam perusahaan pun bertambah, sehingga dividen pun menjadi lebih tinggi. Apalagi jika didasari oleh perhitungan yang tepat dan matang, maka akan semakin menguntungkan.

Right issue disebut sebagai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Keberadaannya membuka kesempatan bagi para pemegang saham lama untuk kembali memesan efek terlebih dahulu setelah diterbitkan oleh emiten. Hak yang dimiliki investor perusahaan ini mewajibkan emiten untuk menawarkan saham kepada mereka sebelum dijual melalui pasar modal.

Lalu, bagaimana mekanisme terjadinya right issue?

Dalam penggunaan HMETD, yang menjadi ketentuan utama adalah keselarasan persentase kepemilikan saham dengan HMETD. Sebagai contoh, ketika Anda memegang saham perusahaan sebesar 35%, maka Anda pun berhak membeli 35% dari seluruh saham baru yang ditawarkan oleh perusahaan.

Lalu, yang tidak kalah menariknya dari right issue yaitu harga saham yang menjadi lebih rendah daripada harga saham di pasar pada umumnya. Misal, harga per lembar saham di pasar modal Rp3.000, tetapi memanfaatkan HMETD, investor lama bisa membelinya dengan harga Rp2.000.

Hal ini bisa memperluas keuntungan Anda, sebagaimana konsep untung dan rugi. Ketika harga beli lebih rendah sedangkan harga jualnya tetap, maka keuntungan akan menjadi makin besar.

Apabila Anda tidak ingin mengalami penurunan persentase kepemilikan saham karena right issue, Anda bisa menggunakan perhitungan untuk menyeimbangkan. Artinya, alangkah lebih baik jika dilakukan kalkulasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Minimal, sebaiknya beli hingga persentase kepemilikan saham tidak menurun.

Selanjutnya, jika memang para investor lama tidak berkeinginan untuk menggunakan right issue, maka saham yang diterbitkan oleh emiten akan ditawarkan kepada public. Kegiatan ini biasa disebut sebagai secondary public offering (SPO). Selain itu, sebagai suatu aksi korporasi penting, maka perusahaan publik harus mendapatkan persetujuan dari OJK serta para pemegang saham untuk melakukan penerbitan saham baru.

Perusahaan yang menerbitkan saham baru akan menerima suntikan modal yang baru pula dari saham yang dijual kepada publik. Dana ini kemudian bisa menjadi sarana untuk mengembangkan perusahaan.

Melalui pengelolaan keuangan yang tepat, kinerja yang baik, juga strategi sesuai dengan keadaan yang dihadapi, suatu perusahaan akan semakin berjaya. Terlebih, apabila dijalankan oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. []


Baca Juga







(Sri Wahyuni Sitorus)

Berita terkait
Yuk, Kenali Jenis-jenis Indeks Saham!
Indeks saham adalah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan digunakan investasi.
Dear Milenial, Ini Istilah dan Kamus Saham Zaman Now
Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin maju juga membuat investasi semakin mudah dilakukan kapan pun dan di mana pun.
Ingin Belajar Saham? Ini Ilmu 7% Membabi Buta ala Vier Abdul Jamal
Vier sendiri merupakan legenda pasar modal Indonesia. Ia membagikan ilmu ini langsung melalui channel YouTube resminya.
0
Apa Itu Right Issue dalam Dunia Saham?
Right issue membuka kesempatan bagi para pemegang saham lama untuk kembali memesan efek terlebih dahulu setelah diterbitkan oleh emiten.