Semarang - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah (Jateng) menyoroti pelayanan publik di Kantor Samsat 1 Semarang. Di bagian pelayanan cek fisik kendaraan bermotor tidak disediakan nomor antrean. 

“Terlihat antrian kurang teratur pada pelayanan cek fisik kepolisian di Kantor Samsat Semarang I karena pemohon tidak disediakan nomor antrian,” ungkap Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Jateng, Sabarudin Hulu kepada Tagar, Selasa, 11 Juni 2019.

Terlihat antrian kurang teratur pada pelayanan cek fisik kepolisian di Kantor Samsat Semarang I karena pemohon tidak disediakan nomor antrian

Antrean tidak teratur itu bisa memicu penyalahgunaan wewenang. Terlebih dalam kondisi permohonan yang banyak atau antrean menumpuk. Itu membuka peluang untuk pungli (pungutan liar). Selain itu, di bagian itu tidak disediakan kotak aduan maupun nomor kontak aduan. 

“Nomor kontak aduan belum terpampang pada pelayanan cek fisik meskipun persyaratan, sistem, mekanisme, prosedur, produk layanan, jangka waktu penyelesaian dan tarif yang terpampang di loket pengunjung,” ujar Sabarudin.

Dia menerangkan pelayanan di Samsat 1 Semarang menjadi salah satu obyek pengawasan Ombudsman di awal masa kerja usai libur Lebaran 2019. Di situ, Ombudsman juga menerima keluhan tentang kurangnya petugas kasir sehingga pemohon menunggu lama. Secara umum, aktivitas Samsat 1 di hari kerja pertama setelah Lebaran terpantau lancar.

Lebih lanjut, Asisten Ombusdman Agus menerangkan istilah pelanggaran di Kantor Samsat 1 tersebut adalah maladministrasi.

Selain di Samsat, Ombudsman juga melaksanakan inspeksi mendadak di Kantor Kelurahan Sambiroto, Tembalang, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah. []

Baca juga: