UNTUK INDONESIA
Antisipasi KKB, Polisi Pasang Perimeter di Freeport
Polda Papua mengambil langkah pencegahan dengan memasang Perimeter di jalan-jalan setapak agar KKB tidak meneror PT. Freeport lagi.
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Pol Paulus Waterpauw mengecek lokasi penembakan di kawasan PT Freeport Tembagapura, Timika, Papua. (Foto: Tagar/Polda Papua)

Jayapura - Kepolisian Daerah Papua mengambil langkah pencegahan dalam mengatasi gangguan  teror oleh kelompok bersenjata di area tambang PT. Freeport Indonesia, di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua dengan memasang perimeter di jalan-jalan setapak yang kerap dimanfaatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk melakukan penembakan di area tambang Freeport.

“Tengah kami koordinasikan, pertama bagaimana cara melakukan upaya untuk membatasi kembalinya upaya-upaya yang akan dilakukan pelaku penembakan di area Freeport, kemudian memetakan jalan untuk pengejaran yang aman,” kata Waterpauw di Timika, Selasa 14 Januari 2020.

Kami khawatirkan apabila mengikuti jejak para pelaku penembakan anggota akan dijebak.

Perimeter yang dimaksud, lanjut Waterpauw, akan dipasang bersamaan dengan pagar penutup jalan setapak atau jalur tradisional yang biasa digunakan para pelaku penembakan memasuki area Freeport.

“Warga sudah jarang melintasi wilayah itu dan cenderung menggunakan sarana angkutan yang ada,” tuturnya.

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini juga telah mengerahkan anggotanya memetakan jalur pengejaran dengan memperhatikan faktor keselamatan personil.

Langkah ini menyusul medan di lokasi penembakan sangat terjal. Selain itu, adanya titik-titik terbuka sepanjang jalur pengejaran dianggap berbahaya bagi aparat keamanan saat melakukan pengejaran KKB.

“Kami khawatirkan apabila mengikuti jejak para pelaku penembakan (anggota) akan dijebak dan menimbulkan kerugiaan yang lebih besar lagi,” ungkap Waterpauw.

Dikabarkan sebelumnya, dua bus milik PT. Freeport Indonesia yang sedang dalam perjalanan dari Tembagapura menuju Timika, tepatnya antara Mile 53-54, ditembaki orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 09.20 WIT, Senin 13 Januari 2020. Polisi menduga pelaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang biasa melintasi Kali Kopi, kawasan tersebut.

Joni Botak dan Firmanus, dua kelompok bersenjata disebut-sebut Irjen Pol Paulus Waterpauw sebagai otak di balik aksi itu.

Tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun informasi yang dihimpun Tagar, akibat tembakan itu membuat kaca kabin bus nomor lambung 419 berlobang. Selain itu, tembakan juga mengakibatkan kaca kabin depan bus nomor lambung 487 retak.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan situasi keamanan di Tembagapura telah kembali kondusif, pasca kejadian.

“Situasi pasca penembakan di area tambang PT. Freeport masih kondisi aman dan kondusif,” jelasnya. []

Berita terkait
Polda Jatim Selidiki Senpi KKB Papua dari Lumajang
Polda Jawa Timur menindaklanjuti laporan dari Polda Papua yang menyebut senpi rakitan yang digunakan KKB Papua dibuat di Lumajang, Jawa Timur.
Polda Papua Mulai Petakan Daerah Konflik Pilkada
Kepolisian Daerah (Polda) Papua tengah memetakan daerah rawan konflik Pilkada Serentak 2020 pada 11 Kabupaten di Bumi Cenderawasih.
OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan TNI di Papua
Juru bicara TPNPM-OPM mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang TNI yang tewas di Pos Bewani, Kabupaten Keerom.
0
DPO Kasus Curanmor, Pelajar Deli Serdang Ditangkap
Seorang pelajar SMA di Kabupaten Deli Serdang ditangkap setelah 10 bulan menjadi buronan pencurian sepeda motor.