UNTUK INDONESIA
Aneksasi Palestina Oleh Israel Dijegal Liga Arab?
Liga Arab berencana mengadakan pertemuan secara virtual guna menggalang oposisi atas rencana Israel untuk menganeksasi Tepi Barat Palestina.
Liga Arab akan gelar pertemuan daring untuk menggalang opoisi rencana Israel aneksasi Tepi Barat. (Foto: Al Sharq Forum).

Mataram - Liga Arab berencana mengadakan pertemuan secara virtual guna menggalang oposisi atas rencana Israel untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat Palestina. 

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 April 2020 itu akan menghadirkan menteri-menteri luar negeri dari negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab.

(Israel) mengeksploitasi fokus dunia terhadap virus corona untuk memaksakan realitas baru di lapangan

Agenda pertemuan daring itu muncul usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama rival politiknya Benny Gantz menyetujui kesepatakan pemerintah bersatu, yang berakibat pada percepatan rencana aneksasi Tepi Barat Palestina dalam beberapa bulan mendatang.

Melansir Aawsat, Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki memastikan pertemuan para menteri itu nantinya akan mendiskusikan perihal dukungan terhadap Palestina.

Baca juga: Rawabi Surga Palestina Pelipur Serangan Israel

"(Para menteri akan) berdiskusi dalam pertemuan virtual mereka, memberikan dukungan politik, hukum, dan keuangan kepada kepemimpinan Palestina untuk menghadapi rencana Israel," kata Zaki.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga telah melakukan perbincangan dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kekhawatirannya akan rencana Israel tersebut. 

Dia mengatakan, aneksasi Tepi Barat Palestina akan berisiko menimbulkan ketegangan di kawasan tersebut, hingga mengguncang stabilitas dan keamanan regional. 

Selain itu, dia juga menuding Israel telah mengeksploitasi fokus dunia terhadap pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: 57 Orang Sembuh dari Covid-19 di Palestina

"(Israel) mengeksploitasi fokus dunia terhadap virus corona untuk memaksakan realitas baru di lapangan," kata Aboul Gheit.

Sementara, melalui pidatonya pada Minggu, 26 April 2020, Benjamin Netanyahu menunjukan proposal perdamaian yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu. Dia yakin AS akan menyetujui rencana aneksasi Tepi Barat. 

Pasalnya, dalam proposal itu, Presiden AS Donald Trump telah berjanji untuk mengakui otoritas Israel atas tanah permukiman Tepi Barat. Meski proposal perdamaian tersebut mendapat penolakan dari Palestina.

"Beberapa bulan dari sekarang saya yakin bahwa janji itu akan dihormati," kata Netanyahu dikutip dari Reuters.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo tak mau banyak berkomentar perihal rencana aneksasi Tepi Barat. Dia mengatakan, keputusan atas rencana tersebut diserahkan kepada Israel.

"Adapun aneksasi Tepi Barat (Palestina), Israel pada akhirnya akan membuat keputusan itu. Itu keputusan Israel, tapi kami akan bekerja sama dengan mereka untuk berbagi pandangan kami tentang hal ini," katanya dikutip dari Aljazeera. []

Berita terkait
Indonesia: Hentikan Permukiman Ilegal di Palestina
Indonesia mendesak Israel menghentikan permukiman ilegal di tanah Palestina, yang dinilai merusak prospek pencapaian solusi dua negara.
20 Tahun Terpisah, Ibu dan Anak Palestina Bertemu
Amjad Yaghi, warga Palestina bertemu lagi dengan ibunya setelah berpisah selama 20 tahun.
Imam dari Palestina Pimpin Salat Tahajud Reuni 212
Peserta Reuni 212 mengikuti salat tahajud di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dipimpin Imam Syekh Amar dari Palestina.
0
Jokowi Saksikan Ketua MA Syarifuddin Mengucap Sumpah
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah M. Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025.